Feri Kolaka-Bajoe Berhenti Beroperasi

174
Ketinggian ombak mencapai 2.5 meter, KUPP Kolaka tutup sementara pelayanan penyeberangan Kolaka-Bajoe.

KOLAKA, BKK- Cuaca buruk melanda perairan Kabupaten Kolaka, Minggu (12/1). Otoritas pelabuhan menghentikan sementara pelayaran feri Kolaka-Bajoe. Dua kapal feri yang beroperasi di pelabuhan itu, KMP Fais dan KMP Permata “dikandangkan”.

“Hari ini setelah kami koordinasi dengan BPTD Kolaka, koordinasi dari nakhoda kapal, maka pelayaran hari ini kita tutup sementara sampai keadaan cuaca membaik kembali. Hal ini kami lakukan untuk keselamatan pelayaran dan keselamatan penumpang,” kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kolaka Hasfar, Minggu (12/1), lewat WhatsApp.

Dikatakan, penundaan tersebut akan dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan, menunggu hingga cuaca membaik dan layak untuk dilakukan pelayaran.

Ia menambahkan, ditutupnya pelayanan penyeberangan dikarenakan ketinggian ombak  dipresdiksi, Minggu sampai 2 hari berikutnya, mencapai 1,5-2,5 meter dengan kecepatan angin 15 sampai 25 Knot.

“Para nelayan mohon untuk tidak melaut, karena tidak aman untuk dilayari,” tambahnya.

Melayani Pengembalian Tiket

Sementara itu Pelaksana Harian (Plh) Kepala Angkutan Sungai, Darat, dan Penyeberangan (ASDP) Kolaka Suratman menambahkan, bagi penumpang yang sudah  telanjur membeli tiket, dipersilakan untuk menukarkan kembali, apabila tidak ingin menunggu cuaca membaik.

“Para penumpang yang sudah telanjur membeli tiket, apabila dia mau meminta uangnya maka akan dikembalikan uangnya, dan yang mau menunggu cuaca baik maka akan tetap dipersilakan menunggu kapal pada saat cuaca membaik,” jelasnya.

Peringatan Dini

Cuaca buruk ini sudah diperingatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sabtu (11/1) lalu dalam bentuk peringatan dini yang dirilis melalui laman mereka, bmkg.go.id.

Dikatakan, berkaitan dengan adanya bibit siklon tropis yang berpotensi terjadi siklon tropis dalam 12 jam ke depan, BMKG rilis peringatan dini.

Peringatan dini dari BMKG ini mulai berlaku Minggu (12/1).

Dalam peringatan dini tersebut, BMKG menyebutkan adanya bibit siklon tropis 92S di perairan utara Darwin.

Bibit siklon tropis ini berpotensi akan menjadi siklon tropis dalam 12 jam ke depan masih sedang.

Sirkulasi siklonik terpantau di Barat Aceh (925mb), di Kalimantan Utara (925/700mb), di samudera pasifik Utara papua barat (925/850mb) dan di Samudera Hindia Selatan Banten (925/850mb).

Konvergensi memanjang dari Sumatera Utara hingga Lampung, dari perairan selatan Jawa Barat hingga utara Jawa Timur, dari Sulawesi Barat hingga Laut Banda bagian utara dan dari Maluku hingga Papua Barat.

Belokan angin terdapat di Samudera Hindia Barat Sumatera, Selat Karimata, dan Sulawesi bagian utara. (m5/iis)

Facebook Comments