BMKG Prediksi Cuaca Buruk Hingga Pekan Depan

155
Gelombang tinggi menghajar tepi pantai Kolaka hingga tumpah ruah di jalanan menciptakan genangan.

KENDARI, BKK- Waspada, berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Sulawesi Tenggara (Sultra) diprediksi masih akan terjadi hingga pekan depan.

Prakirawan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Maritim (Stamar) Kendari Adi Istiyono mengatakan, berdasarkan pantauan dan data pemodelan gelombang yang dilakukannya, memang angin di wilayah selatan pulau sulawesi cukup tinggi sekira 25 not.

“Itu terjadi karena kondisi angin baratan mulai mendominasi wilayah Indonesia. Jadi, konsisten arah maupun kecepatannya,” ujarnya saat dihubungi wartawan koran ini, Minggu (12/1) malam.

Selain itu, tambah dia, ada gangguan di Utara Australia, yang tekanan udaranya berkisar 987 HPA. Kondisi tersebut, jelas dia, mempengaruhi peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan sulawesi.

“Khusus di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni di bagian Selatan Kabupaten Buton Selatan (Busel), di Kolaka itu Teluk Bone, dan di perairan Wakatobi,” paparnya.

Dikatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukannya, tinggi gelombang di wilayah tersebut sekira 0,25-2,5 meter bahkan bisa mencapai 4 meter.

“Kondisi ini sangat membahayakan bagi kapal-kapal yang akan melakukan transportasi penyeberangan antarprovinsi maupun antarpulau di wilayah perairan Sultra khususnya di selatan perairan Sultra,” tambahnya.

Dia bilang, tinggi gelombang ini akan berlangsung hingga pekan depan. Tapi, katanya, pihaknya akan mengupdate terus kondisi atmosfer, karena sifatnya berfluktuasi.

“Kepada masyarakat dan pemilik sarana transportasi laut diharapkan untuk lebih waspada dan siaga, serta mematuhi informasi yang diberikan syahbandar maupun informasi dari kami,” pintanya.

Dia menekankan, janganlah memaksakan kehendak ingin berlayar, tapi keselamatan yang harus diutamakan.

“Bahkan akibat cuaca buruk melanda beberapa daerah di Sultra, informasi yang saya dapatkan bahwa jalur penyeberangan Kolaka-Bajoe dilarang berlayar. Karena tidak jadi berlayar, kapalnya (feri, red) bailk lagi,” tuntasnya. (nir/iis)

Facebook Comments