Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Amir Faisal: Bupati Konut Jangan Coba-Coba Lantik Kades Terpilih Tapuemea

34
Dr Amir Faisal SH MH.

Kendari, BKK- Pemilihan Kepala Desa Tapuemea Kecamatan Molawe Kabupaten Konawe Utara (Konut) menyisakan masalah. Panitia pemilihan kepala desa (pilkades) setempat dianggap tidak benar dalam menjalankan tugas.

Pasalnya, ada salah seorang warga bernama Rini Andriyani S, tidak diberikan haknya untuk mencoblos pada pilkades yang digelar pada Jumat 13 Desember 2019. Padahal, sesuai administrasi kependudukan, Rini memenuhi syarat untuk menyalurkan hak pilihnya.

Sekedar diketahui, Pilkades Tapuemea diikuti 3 calon yakni nomor urut 1 Gusri memperoleh 139, nomor urut 2 Masri meraup 7 suara, dan nomor urut 3 Marina meraih 138 suara.

Surat rekomendasi DPRD Konut menyikapi persoalan yang muncul pada Pilkades Tapuemea Kecamatan Molawe. (FOTO:IST)

“Secara administrasi, warga tersebut memenuhi syarat untuk memilih tapi kenapa tidak diberikan haknya untuk memilih. Ada apa dengan pihak panitia pilkades?,” ujar Dr Amir Faisal SH MH Amir, Kuasa Hukum Calon Kades Nomor Urut 3, Marina pada Minggu (12/1).

Padahal, sambung dia, panitia telah menetapkan Rini masuk dalam daftar pemilih tetap. Tapi faktanya, Rini tak mendapat surat panggilan untuk memilih hingga penghitungan suara selesai.

Menyusul hal itu, beber Amir, kliennya mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut. Hasilnya, dewan mengeluarkan rekomendasi yang salah satu poinnya memerintahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Konut untuk menggelar pemungutan suara ulang (PSU).

“Bupati jangan coba-coba melantik kepala desa terpilih, sebelum ada PSU sesuai dengan rekomendasi dewan. Bupati harus memerintahkan DPMD untuk menggelar PSU,” tegasnya.

Amir menuturkan, pihaknya akan mengadukan hal ini ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), karena pilkades ini tidak memiliki legas standing. Jika bupati tetap memaksakan untuk melantik Gusri maka pihaknya tidak akan segan-segan mengambil langkah hukum.

“Kami akan mengambil langkah hukum jika bupati tetap melantik kades terpilih Tapuemea. Korban (Rini) juga sudah menyampaikan keberatan karena tidak diberikan kesempatan untuk memilih,” pungkasnya. (m2/man)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"