2 Tantangan Bawaslu di Pilkada 2020

227

Hamiruddin Udu

KENDARI, BKK – Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hamiruddin Udu mengungkapkan 2 tantangan yang akan dihadapi 7 bawaslu kabupaten yang akan menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.

“Dengan fungsi pengawasan Bawaslu, pada Pilkada 2020 ini, kita dihadapkan dengan bagaimana memanfaatkan teknologi informasi (TI) dalam melakukan pencegahan dan bagaimana melibatkan masyarakat, sehingga ikut serta berpartisipasi dalam mengawal pilkada,” ujar Hamiruddin, Rabu (29/1).

Ia memaparkan, tantangan pertama yakni bagaimana bawaslu kabupaten/kota memanfaatkan TI dalam pencegahan. Misalnya dengan meluncurkan aplikasi dalam memantau kampanye hitam ataupun keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam politik praktis.

“Kemudian tantangan yang kedua bagaimana mengajak dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk ikut berpartisipasi dalam mengawal Pilkada 2020,” ucapnya.

Untuk mengukur kinerja dari panitia pengawas kecamatan (panwascam), sambung Hamiruddin, maka bawaslu kabupaten/kota dapat melakukan supervisi dengan menggunakan alat kerja sehingga hasilnya terukur dan dapat mengevaluasi kerja-kerja panwascam yang dianggap masih kurang.

“Untuk memaksimalkan pelaksanaan tugas-tugas panwascam, bawaslu kabupaten/kota dapat memberikan supervisi yang terukur. Artinya, sebelum melakukan supervisi harus ada alat kerja sehingga dapat mengevaluasi kekurangan-kekurangan kinerja dari panwascam,” ungkapnya.

Ia bilang, sampai saat ini publik menilai kinerja bawaslu belum maksimal. Sehingga sebagai pengawas pemilu, harus bekerja lebih keras lagi dalam mengawal pelaksanaan pesta demokrasi pada 23 September mendatang. (p5/iis)

Facebook Comments