Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Upah Guru Honorer Lebih Kecil dari Penyapu Jalan

154
Saat Wali Kota Kendari H Sulkarnain (kanan) memberikan potongan nasi tumpeng kepada Ketua PGRI Kota Kendari Makmur. (NIRWAN/BKK)

Malang benar nasib jika berstatus sebagai guru honorer. Pengabdiannya yang tanpa batas untuk mencerdaskan anak bangsa khususnya di Kota Kendari, malah digaji di bawah batas dari kewajaran.

LAPORAN: NIRWAN, KENDARI

Bayangkan saja, khusus guru honorer yang terdaftar dalam Surat Keterangan (SK) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, dalam sebulannya hanya digaji sebesar Rp400 ribu.

Khususnya di Kota Kendari dengan upah Rp400 ribu per bulannya, gaji yang didapatkan guru honorer justru lebih kecil dari penyapu jalan, yakni perbulannya penyapu jalan digaji sebesar Rp1 juta.

Wali Kota Kendari H Sulkarnain mengatakan, soal kesejahteraan guru honorer memang menjadi fokus pemerintahannya, untuk bagaimana meningkatkannya.

“Sebenarnya soal kesejahteraan guru honorer sudah menjadi pembahasan Anggota DPR-RI perwakilan Provinsi Sultra, juga menjadi konsen dari Kementerian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) Republik Indonesia,” ujar Sulkarnain, saat membuka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri), Hari Guru Nasional (HGN), dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) secara bersamaan, pekan lalu.

Makanya, ucap dia, seluruh honorer kategori 2 (K2) yang jumlahnya lumayan banyak akan diupayakan secara bertahap untuk bisa diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Sehingga harapan kita dengan upaya ini, semangat untuk terus mengabdikan diri mendidik anak-anak kita bisa lebih baik lagi,” paparnya.

Dia bilang, pengangkatan K2 ini ada regulasi khusus, karena tidak adil jika pengangkatannya disejajarkan dengan yang lain, karena K2 sudah lama mengabdi.

“Jumlah honorer K2 kita lumayan banyak. Setahu saya, jumlah mencapai 3-4 ribu. Jadi, jumlahnya masih sangat banyak sekali, tentu pengangkatannya akan dilakukan secara berjenjang sesuai dengan waktu dan masa pengabdiannya,” rincinya.

Dia harap, nantinya ada regulasi yang tidak terlalu lama, agar mereka tenaga (K2) bisa diakomodir sebagai abdi negara.

“Kalau peran guru honorer di Kota Kendari saya kira sudah kita rasakan. Dan kalau hanya mengandalkan pegawai negeri di sekolah-sekolah itu kan terbatas, apalagi proses pendataan ini kan kewenangan dari pemerintah pusat dan bukan dari pemkot,” jelasnya.

Sehingga, lanjutnya, pihaknya hanya mengusulkan dan mengajukan kepada pemerintah pusat, agar guru honorer bisa segera direkrut sebagai pegawai negeri sipil.

Sementara, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Kendari Makmur mengaku sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Wali Kota Kendari H Sulkarnain.

“Kami juga sangat menyambut baik sekali upaya yang dilakukan Wali Kota Kendari H Sulkarnain untuk memperjuangkan tenaga honorer untuk diangkat menjadi ASN,” katanya.

Menurutnya, upaya tersebut sangat baik sekali dan sangat luar biasa. Dia berharap, upaya tersebut segera terlaksana, meskipun dilakukan secara bertahap.

“Ini sangat luar biasa. Dan kita salut pemerintah yang mau memperhatikan guru-guru honorer di Kota Kendari, yang saat jumlahnya sekitar 3 ribu orang. Bahkan, guru honorer ini sangat berperan aktif di seluruh tingkat satuan pendidikan yang ada,” aku Makmur.

Oleh karenanya, dia harap kepada pemerintah pusat, kiranya gaji yang diterima guru honorer bisa sesuai standar yang baik dan benar.

“Hal itu sangat penting untuk dilakukan, supaya pengabdian mereka (guru honorer) terhargai. Karena selama ini gaji guru honorer kita bisa dikatakan masih jauh dari sejahtera,” tuntas Makmur. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"