Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Polisi Masih Siaga di Lokasi Bentrok Antarkampung di Buteng

25

KENDARI, BKK- Sejak pertikaian antarpemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada Rabu (26/11) malam, aparat kepolisian bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) masih terus disiagakan di lokasi bentrok serta lokasi pengungsian warga yang rumahnya terbakar.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Harry Goldenhardt pada wartawan koran ini menyebutkan, Senin (2/12), sejak awal terjadinya pertikaian antarkampung di Buteng, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sultra Brigjenpol Merdisyam melakukan proses mitigasi.

“Untuk mengurangi risiko pertikaian yang terjadi saat itu. Tentunya, pascakejadian Polri bersama TNI dan aparat pemerintah daerah, melakukan langkah-langkah. Termasuk proses mitigasi, proses pengamanan, dengan melakukan kegiatan-kegiatan patroli gabungan skala besar,” ujar Harry saat ditemui di Mapolda Sultra.

Harry menegaskan kondisi di lokasi pertikaian hingga saat ini sudah dalam situasi kondusif. Proses rehabilitasi dilakukan oleh pemerintah daerah membantu pengungsi yang rumahnya dibakar.

“Jadi ada 25 rumah yang terbakar. Dan, ada 12 unit motor yang dibakar. Penjagaan terus dilakukan baik di titik-titik lokasi kejadian maupun desa tempat warga yang rumahnya terbakar mengungsi,” pungkasnya.

Diberitakan, pertikaian antarapemuda di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pada Rabu (26/11) malam berujung pada 1 orang tewas dan puluhan rumah terbakar. Melibatkan warga Kelurahan Tolandona dan Desa Wadiabero.

Dari data yang dikumpulkan wartawan koran ini, 25 unit rumah terbakar, 12 unit kendaraan roda 2, 1 rumah toko (ruko), dan 1 bengkel.

Pertikaian tersebut terjadi awalnya sekira pukul 21.30 Wita, bertempat di Dusun Patoa Desa Wadiabero, terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam).

“Akibat penganiayaan itu 1 orang meninggal atas nama LM Hidayat Hamza (21) warga Desa Matanaeo Kecamatan Sangia Wambulu dan 1 korban selamat atas nama LD Zainal (16) warga Kelurahan Tolandona,” terang Harry saat ditemui di Mapolda Sultra.

Kemudian, ia melanjutkan, sekira pukul 22.30 Wita secara spontan pemuda yang diduga berasal dari Kelurahan Tolandona yang mengetahui penganiayaan tersebut datang menyerang ke Desa Wadiabero.

Mereka ke sana, sambung dia, bermaksud mencari yang diduga melakukan penikaman pada korban yang meninggal dunia.

“Jadi akibat penyerangan tersebut, rumah terduga pelaku dan warung yang ada di depan rumah dibakar. Kebakaran tersebut merambat ke puluhan rumah warga yang ada di sana,” ujar Harry.

Masih kata dia, polisi kemudian bergerak cepat, sekira 54 personel dari Polres Baubau, Polsek Sangia Wambulu, Polsek Gu, Polsek Lakudo serta 7 personel TNI turun ke tempat kejadian perkara.

“Pelaku yang diduga melakukan penganiayaan hingga mengakibat korban meninggal dunia langsung ditangkap. Pelaku berinisial IL (19) warga Desa Wadiabero,” ujarnya.

“Motif pelaku beberapa waktu lalu sebelumnya dalam acara joged, ada kesalahpahaman antara pelaku dan korban. Dan korban bertemu kembali tadi malam (Rabu malam, red), sehingga terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tambahnya.

Harry menegaskan, polisi bakal menindak tegas pelaku penganiayaan dan pelaku pembakar rumah di desa yang bertikai tersebut.

“Ada 4 orang yang diamankan. Satu pelaku penikaman dan 3 orang masih akan diperiksa sebagai saksi,” pungkasnya. (p2/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"