Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Berkat DAK, Pemkab Muna Akhirnya Punya TPAS

33
Bupati Muna LM Rusman Emba ST bersama Balai Prasarana dan Pemukiman Wilayah Sultra dan Kadis DLH Muna, saat meresmikan TPAS Muna. (FITRI/BKK)

RAHA, BKK – Berkat dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp13,4 miliar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna akhirnya punya Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS).

TPAS tersebut dipusatkan di Desa Wawesa Kelurahan Sidodadi Kecamatan Batalaiworu Kabupaten Muna.

Bupati Muna LM Rusman Emba ST menyambut gembira dan memberi apresiasi kepada pihak Kementerian PUPR dan pihak Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sultra dan semua stake holder, hingga pembangunan TPAS yang pertamakali di Muna ini, rampung.

Bupati Muna LM Rusman Emba ST mengaku sangat berterima kasih kepada Kementerian PUPR RI serta pihak Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Alhamdullilah, sungguh luar biasa sekali akhirnya pembangunan TPAS di Desa Wawesa ini sangat cepat dari jadwal yang ditentukan. Kami sangat berterima kasih kepala Kementerian PUPR khususnya pihak Balai Prasarana Pemukiman wilayah Sultra,” ujar Rusman pada koran ini kemarin.

Menurut Rusman, hadirnya TPAS tersebut insya Allah masalah sampah di Muna bisa teratasi dengan baik.

“Karena, sebelumnya kita mau buang sampah tempatnya jauh sekitar 14 kilometer (km) di Desa Lakouduma Kecamatan Bangkali, tapi sekarang sudah ada TPAS yang representatif dengan jarak sekitar 6 km dari Kota Raha,” kata Rusman.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Muna Drs Sumitata mengatakan, pembangunan TPAS di Desa Wawesa ini lebih cepat beberapa hari dari jadwal yang ditentukan. Anggarannya, sebut dia, mencapai Rp13, 4 miliar dari Kementerian PUPR tahun 2019.

“Luas areal TPAS ini sekitar 8 hektare (Ha). Tapi, untuk zona pertama yang kita bangun seluas 1,4 hektare. TPAS ini lengkap dibangun dengan sarana penampung limbah dibawahnya,” terangnya.

Dia bilang, saat ini pihaknya tengah merancang SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Jadi, jika kita membuang sampah sesuai SOP-nya, maka TPAS ini akan penuh dalam jangka waktu 8 tahun. Tapi jika tidak sesuai SOP, maka dalam waktu 4 tahun sudah penuh. Untuk itu kita harus pelajari dulu SOP-nya,” tambahnya.

Dia merinci, dalam sehari armada pengangkut sampah yang disediakan di DLH Muna sebanyak 8 truk. Tapi, lanjutnya, jika sampahnya masih banyak, maka pengangkutanya akan dilakukan 2 kali dalam sehari.

“Jadi, tergantung banyaknya sampah yang dihasilkan masyarakat kita setiap harinya. Saat ini baru 1 zona dari 3 zona TPAS yang akan kami bangun nantinya,” tuntasnya. (tri/r2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"