Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Waspada! Pembunuh Dimas Masih Berkeliaran Bebas

57

KENDARI, BKK- Pelaku penikaman di remaja 19 tahun di depan Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dekat lokasi tertembaknya Randy, masih berkeliaran bebas. Polisi kesulitan menguak pelakunya.

Korban penikaman, Dimas (19), tewas dengan luka tusuk di lehernya. Warga Kelurahan Tobuuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari ini ditemukan terkapar berlumur darah pada Sabtu (5/11) sekira pukul 23.30 Wita.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandonga Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ketut Arya dikejar soal perkembangan kasus ini menerangkan, Selasa (5/11), kasus masih tahap lidik (penyelidikan), pelaku belum tertangkap dan identitasnya masih diselidiki.

“Mudah-mudahan cepat terungkap,” katanya, Arya melalui telepon seluler (ponsel).

Sebelumnya, Arya menyebutkan dugaan awal korban ini adalah salah sasaran. Menurut dia, dari keterangan saksi yang juga rekan korban, malam itu ada 2 orang sedang ribut, korban ini malah berhenti di sekitar situ sedang temannya yang lain pergi.

Arya menambahkan, pihaknya juga memeriksa tanda-tanda darah dari korban, yang banyak tertumpah di tempat kejadian.

“Korban ditemukan sudah tergeletak di bawah motornya di sekitar TKP meninggalnya almarhum Randy dan Yusuf,” sambungnya.

Randy dengan nama lengkap Immawan Randy dan Muhammad Yusuf Kardawi adalah 2 mahasiswa Universitas Halu Oleo yang tewas saat aksi unjuk rasa 26 September, menolak Undang-Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta sejumlah RUU kontroversial. Keduanya terkapar saat terjadi bentrok antara mahasiswa demonstran dan aparat keamanan.

Randy tewas dengan sebuah lubang peluru dari bawah ketiak kiri tembus ke dada kanan. Sedangkan Yusuf tewas dengan kepala remuk. (p2/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.