Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Wanita Ini Tewas Diterjang Anak Panah yang Ditujukan untuk Teman Prianya

691
Ardiansyah Alias Codeng (duduk) berkaos hijau, diamankan di Polres Muna. (FITRY/BKK)

RAHA, BKK- Rina Anggraini (16), remaja putri yang tertembus panah saat sedang berdua dengan teman prianya di tepi pantai, di Raha Kabupaten Muna, akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (11/11) sekitar pukul 23.00 Wita.

Anak panah yang menembus tubuhnya ternyata dibubuhi racun oleh pelaku. Panah itu sendiri sebenarnya salah sasaran.

Pelaku diketahui bernama Ardiansyah alias Codeng (20), warga Jalan Dewi Sartika (Sumur Bata) Kecamatan Katobu. Peristiwa terjadi pada Senin, 4 November dan meninggal pada Senin, 11 November. Persis satu minggu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Muna Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ogen Sairi kepada wartawan koran ini menerangkan, korban meninggal akibat mengalami luka pada bagian perut karena tertancap mata busur.

Ia menuturkan, kejadian ini bermula saat korban bersama rekan prianya, Ramadhan (17), tengah kongkow di Jalan Bypass, tepatnya di depan gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Raha.

Tiba-tiba muncul pelaku, Ardiansyah alias Condeng (20), yang dibonceng rekannya Arif turun dari motor dan langsung membidik busur ke arah Ramadhan.

Panah ditembakkan dari jarak yang cukup dekat oleh pelaku, meleset dan justru menancap di perut Rina, yang membuat korban langsung roboh di tempat kejadian perkara (TKP), sedangkan pelaku langsung kabur saat itu.

Melihat hal ini, Ramadhan langsung membawa Rina ke RSUD Raha. Namun, pihak RS tidak mampu menanganinya. Akhirnya, korban dirujuk di Kendari.

Menurut keterangan keluarga korban, mata busur sebetulnya tidak sampai mengenai usus korban. Namun, mata busur diduga mengandung racun yang membuat usus membiru lalu dipotong sepanjang 30 sentimeter (cm) di RS Bahteramas.

Malang, usai dioperasi korban meninggal dunia. Jenazah korban dipulangkan ke Raha melalui kapal penyeberangan, feri Torobulu-Tampo pada Selasa (12/11).

Jenazah tiba dirumah duka Jalan Srikaya pukul 10.22 Wita, disambut isak  tangis keluarga dan rekan-rekan sebayanya, begitu mobil jenazah muncul di halaman rumah korban.

Sementara, pelaku berhasil ditangkap pada hari yang sama saat jenazah dipulangkan ke Raha, setelah dikejar selama satu minggu.

“Kita sudah lama mengejar pelaku dan akhirnya berhasil kita tangkap pada Selasa (12/11)  sekitar pukul 05.30 Wita, di tempat persembunyiannya di Jalan Agus Salim. Saat ini tersangka sedang kita periksa,” kata Ogen Sairi, kemarin. (tri/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"