Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Pembunuh Dimas Ditangkap, Motifnya Emosi Disambar

28
Tersangka WS yang diamankan di Polsek Mandonga. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Pembunuh remaja 19 tahun, Raysman alias Dimas, yang ditemukan terkapar mandi darah di lokasi tidak jauh dari tempat tertembaknya Immawan Randy akhirnya terungkap. Pelaku penikaman adalah remaja berusia 15 tahun berinisial WS.

Tersangka WS ditangkap polisi pada Kamis (7/11) sekira pukul 24.30 Wita, 4 hari setelah kejadian penikaman yang dilakukannya, tepatnya Minggu (3/11) malam sekira pukul 23.40 Wita.

Remaja di bawah umur yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan tersebut diringkus di kediamannya Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Polisi juga mengamankan sebilah badik yang diduga digunakan untuk menikam korban.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandonga Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ketut Arya pada wartawan koran ini membeberkan, Senin (11/11), awalnya pada malam kejadian tersangka dibonceng rekannya bermaksud untuk menonton balapan liar di Jalan Made Sabara.

Di sana, sambung Arya, motor yang dikendarai oleh rekan tersangka disenggol oleh korban saat akan memutar arah dari Jalan Made Sabara ke Jalan Abdullah Silondae.

“Saat itu korban ikut balapan liar, motor tersangka dan temannya disenggol korban. Motornya oleng sehingga tersangka jatuh dan emosi pada korban,” terang Arya saat konferensi pers di Mapolsek Mandonga.

Atas kejadian tersebut, Arya menyebutkan, tersangka yang emosi pada korban berdiri, mencabut badik yang diselipkan di pinggangnya.

Kemudian, mendekati korban yang sedang berada di atas motor dan tersangka menikam leher korban sebanyak 1 kali.

“Korban dan tersangka tidak saling kenal. Usai menikam korban, tersangka kembali dibonceng rekannya dan menyuruh meninggalkan lokasi kejadian,” ujar Arya.

Lanjut Arya, sesaat setelah kejadian korban ditemukan di jalan Abdullah Silondae oleh warga dengan posisi terbaring tepatnya jalan masuk halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sultra.

“Tempat penikaman dengan lokasi korban ditemukan berbeda. Diduga korban sempat mengendarai motornya usai ditikam, sebelum ditemukan tergeletak bersimbah darah oleh warga,” ujarnya.

Arya menyebutkan informasi dari pihak rumah sakit tempat korban di bawah, sebelum sampai pertolongan medis, korban sudah meninggal dunia.

“Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Korem. Tapi infonya, korban dibawa dalam kondisi sudah meninggal dunia,” ujar Arya.

Arya menyebutkan pihaknya telah memeriksa 5 orang saksi. Dan, mengamankan tersangka beserta barang bukti sebilah badik, pakaian korban dan pakaian tersangka yang bersimbah darah.

“Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 subsider Pasal 351 Ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) subsisder Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor: 51 / Drt / 1951 tentang membawa senjata tajam tanpa izin. Di mana, ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (p2/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.