Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Mahasiswa UHO Ditemukan Tewas di Dalam Gudang

210
Kondisi korban Muhammad Tasri saat ditemukan. (IST)

KENDARI, BKK- Sesosok jasad pria ditemukan dalam senuah gudang yang sedang dibangun di Kelurahan Matabubu Kecamatan Poasi Kendari, Sabtu (9/11) sekira pukul 09.00 Wita.

Belakangan diketahui, jasad itu bernama Muhammad Tasri, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari angkatan 2017. Ia ditemukan dalam posisi telungkup, mengenakan pakaian celana bola pendek dan handuk yang diselumuti dibadan.

Korban juga nampak memegang colokan dengan kabel menjulur ke badannya.

Kepala Kepolisan Sektor (Kapolsek) Poasia Ajun Komisaris (AKP) Slamet Budiyono mengurai, diduga korban hendak mandi. Namun karena air dipenampungan kosong, sehingga korban berniat mengecek saluran listrik untuk mengisi air.

“Jadi diduga korban memegang kabel yang beraliran listrik. Sehingga, dia tersengat. Tidak ditemukan juga tanda-tanda kekerarasan di tubuh korban, selain kabel yang melilit di tubuhnya,” terangnya.

Slamet menambahkan, korban ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang mengecek material bangunan. Warga tersebut tak lain adalah pemilik proyek atas nama Ento.

“Awalnnya diduga korban sedang tidur. Kemudian dia (Ento) menyampaikan ke keluarganya yang kebetulan kerja di situ. Saat dicek korban sudah meninggal,” jelasnya.

Dari keterangan keluarga korban, lanjut Slamet, korban biasa datang dan menginap di basecamp lokasi proyek tersebut.

“Sebelum kejadian, dia datang seperti biasannya, mengunjungi keluargannya dan tidur di basecamp,” bebernya.

Jenazah korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk dilakukan visum.

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Komisaris Polisi (Kompol) dr Mauluddin menyebutkan pihaknya yang melakukan visum tidak menemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

“Jadi tidak ada tanda-tanda kekerasan, hanya dibagian tangan kiri korban ditemukan luka sengatan listrik,” ujar Mauluddin melalui pesan singkatnya via WhatshApp.

Usai dilakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara, jenazah korban diambil oleh keluarga. Kemudian disebrangka ke kampung halamannya, Kabupaten Muna. (p2/man)

Leave A Reply

Your email address will not be published.