Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Mopaano Buton Ditangkap di Batam

118
Mantan Kades SL (diborgol, keempat dari kiri) saat diamankan di Polsek Batu Aji Batam. (IST)

KENDARI, BKK- Mantan Kepala Desa Mopaano Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton, SL (49), dibekuk polisi di Kelurahan Sijantung Kecamatan Galang Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau pada Minggu (24/11). Ia buronan kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan anggaran dalam kegiatan pengelolaan anggaran desa tahap pertama pada 2017.

Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Polisi (Kompol) Agus Mulyadi membeberkan, Selasa (26/11), mantan kepala desa tersebut mencairkan anggaran tahap pertama dana desa di Bank Mandiri Cabang Baubau sebesar Rp 471 juta lebih.

Mekanisme prose pencairannya, sambung Agus, yang bersangkutan membuat surat kuasa bendahara dan mempergunakan kartu tanda penduduk (KTP) asli bendahara tanpa sepengetahuan dari bendahara desa atas nama La Ode Safii.

“Jadi saat dananya cair di tahun 2017 itu, diduga dananya tidak dipergunakan untuk program desa,  melainkan setelah dicairkan langsung dibawa pergi ke luar daerah dan dipergunakan untuk pribadinya,” terang Agus, di ruang kerjanya.

Atas kejadian tersebut, Agus menyebutkan, program-program desa dalam item proposal dana desa yang seharusnya menggunakan anggaran tahap pertama itu tidak tersalurkan sebagaimana mestinya.

Penangkapan pria paruh baya ini dilakukan oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Buton bersama Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Buton dibantu Unit Reskrim Polsek Batu Aji dan Unit Reskrim Polsek Galang Poltabes Barelang.

Kata Agus, tersangka kemudian diamankan di Polsek Batu Aji Batam. Selanjutnya, sambung dia,  dilakukan pemeriksaan tersangka, penyitaan barang bukti, serta melengkapi berkas dan mengirim berkas perkara ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton.

Akibat perbuatannya, mantan kepala desa ini dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 Thn 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (p2/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

// Prints content with layout that is selected in panels. // Location: "views/general/post/style-*.php"