Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

DPRD Kolut Pernah Temukan Desa Tak Berpenghuni di Perbatasan Konawe

123
Anggota DPRD Kolut Martani Mustapa saat berada di Desa Wiau Kecamatan Routa Kabupaten Konawe yang tak berpenghuni. (MANSIRAL/BKK)

LASUSUA, BKK- Seorang anggota Dewan Perwakilan  Rakyat Daerah (DPRD) Kolaka Utara (kolut) mengaku pernah menemukan adanya sebuah desa yang berada di tapal batas antara Konawe dan Kolaka Utara, yang tak berpenghuni.

Tepatnya, Desa Wiau Kecamatan Routa yang masuk dalam wilayah otonomi Kabupaten Konawe.

Anggota DPRD Kolut, Martani Mustafa mengisahkan, sebelum menjadi terpilih anggota dewan, pada 2018 dirinya bersama Wakil Bupati H Abbas dan tim dari motor trail  pernah berkunjung di tapal batas Kolut dan Konawe.

“Saat itu kami ikut rombongan pak wakil meninjau tapal batas. Sebab, saat itu ada isu kalau sebuah desa telah terbentuk dan melewati tapal batas masuk dalam wilaya Kolaka Utara,” kata Martani, Kamis  (7/11).

Menurut dia , untuk tiba di tapal batas wilaya antara kedua kabupaten, dirinya dan rombongan melewati jalan yang sangat sulit. Bahkan saat itu ada sebagian kelompok yang tidak sempat sampai di tapal batas tersebut.

“Tanda tapa batas antara Kolut dan Konawe, yakni adanya sebuah patung batu babi yang secara adimistrasi masuk dalam wilaya Kecamatan Porehu. Patung batu yang menyerupai babi pernah dianggarkan melalu APDB Kolut untuk dijadikan objek wisata,” ujar mantan Ketua KPUD Kolut ini.

Saat tiba di tapal batas, tutur dia, benar saja ada Desa Wiau Kecamatan Routa Kabupaten Konawe dan telah melewati tapal batas, masuk dalam wilayah Kolut. Namun desa tersebut tak berpenghuni atau tidak ada satu pun masyarakatnya.

“Ada kantor desa dan rumah warga sekitar 30 buah dengan model bangunan yang sama, namun desa tersebut tidak berpenghuni,” jelas Martani.

Dari informasi warga, ungkap Martani, Desa Mosiku ada sekitar 30 kepala keluarga (KK) berkartu tanda penduduk Konawe, hanya saja para warga tersebut tidak pernah tinggal di desa tersebut.

Wilaya itu dahulu merupakan kampung tua bagi warga Tolaki yang saat ini berada di Desa Mosiku Kabupaten Kolut.

Martani mengungkapkan, batas wilayah ini harus didudukkan bersama antara Pemkab Kolut dan Pemkab Konawe agar tidak ada saling klaim, sebab batas wilayah yang ada desa tidak berpenghuni itu telah dibangun infastruktur berupa jalan yang ternyata itu wilayah Kolut.

“Batas wilaya ini harus jelas, termasuk desa yang tidak berpenghuni tersebut. Apakah berada dalam wilaya Kolut atau Konawe,” tutur politisi PKB ini. (r6/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.