Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Di Sulawesi, Sultra Peringkat 2 Korupsi

41
Agus Rahardjo ( MITA/BKK)

KENDARI, BKK – Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 2014-2019, Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk dalam catatan dari 34 provinsi di Indonesia yang terjadi kasus korupsi, dengan 8 perkara korupsi.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan itu saat berada di Kota Kendari, Kamis (7/11).

“Sultra sendiri menempati posisi kedua terbanyak (kasus korupsinya) di Pulau Sulawesi, setelah Sulawesi Utara (Sulut) dengan 10 kasus. Sedangkan Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulteng sama-sama menghasilkan 5 perkara korupsi sejak 2014-2019.

Ia mengatakan, dari 8 kasus yang ada di Sultra dan digabungkan dengan kasus yang ada di daerah lain, terdapat 22 dari 34 provinsi kepala daerah terjerat korupsi.

Di mana dari 95 kepala daerah terjerat korupsi, 50 di antaranya adalah bupati, 22 wali kota, 20 gubernur, 2 wakil bupati, dan 1 wakil wali kota.

“Kalau di Sultra kan kita sudah tahu siap-siap saja kepala daerah yang terjerat Korupsi, seperti mantan Gubernur Sultra, Nur Alam. Ada Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra serta Asrun, mantan wali kota. Kemudian, mantan Bupati Buton Samsu Umar Samiun, Bupati Buton Selatan Agus Faisal Hidayat, dan masih ada lagi,” beber Agus Rahardjo.

Agus menjelaskan, jenis perkara tindak pidana korupsi terbanyak adalah kasus penyuapan dengan 602 perkara atau 65%, diikuti pengadaan barang dan jasa dengan 195 perkara atau 21%, lalu penyalahgunaan anggaran 47 perkara atau 5%.

“Sedangkan jenis perkara paling sedikit itu soal menghalangi proses KPK 10 perkara atau 1%, lalu perizinan 23 perkara 2%, dan pungutan/pemasaran 25 perkara atau 3%,” beber Agus.

Untuk itu, Agus mengingatkan kepada seluruh kepala daerah di Sultra untuk tidak mencoba-coba melakukan tindak pidana korupsi, karena dapat merugikan masyarakat.

“Kita selalu ingatkan, jangan sampai banyak penjabat, kepala daerah yang dibui gara-gara korupsi, kasihan masyarakat yang sudah pilih dia untuk memimpin daerahnya,” tutup Agus. (p1/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.