Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Bantu Kementan Ciptakan Tanaman Hortikultura Berdaya Saing, Dosen FP UHO Sodorkan Pupuk Organik GAKSI  

40
Prof Dr Ir Gusti Ayu Kadek Sutariati MSi.

KENDARI, BKK – Guna mensinergikan program Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) terkait pengembangan tanaman hortikultura yang mempunyai kualitas dan kuantitas yang berdaya saing, dosen Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) sodorkan pupuk organik GAKSI.

Penggunaan pupuk dan pestisida anorganik oleh petani sudah menjadi kebiasaan yang turun temurun dan “mendarah daging”, guna mendapatkan produksi maksimal dengan cara instan tapi tidak sehat, sehingga untuk mengubah mindset (pola pikir) dan prilaku ini sudah sangat sulit. Tetapi bukan tidak mungkin juga.

Kondisi itulah yang menginspirasi Guru Besar FP UHO Bidang Ilmu Benih atau peneliti, Prof Dr Ir Gusti Ayu Kadek Sutariati MSi untuk menghasilkan pangan yang aman dan sehat.

Ia menjelaskan, saat ini dirinya sangat konsen dengan pengembangan usaha pertanian organik, hal tersebut akibat banyaknya efek negatif yang ditimbulkan penggunaan pupuk dan pestisida kimia  seperti anak yang terlahir cacat, penurunan tingkat kecerdasan, menimbulkan penyakit kronis, dan lainnya.

“Setelah saya pelajari lebih jauh, ternyata salah satu penyebab utama adalah pola konsumsi pangan kita. sehingga, ibu-ibu yang mengkonsumsi pangan yang terkontaminasi akibatnya anak yang dilahirkan cacat, kecerdasan berkurang. Itulah yang membuat saya berkeinginan bagaimana ibu-ibu kita terbebas dari pestisida,” ujarnya, seusai menghadiri kuliah umum yang menghadirkan Dirjen Hortikultura Kementan RI, Prihasto Setyanto di Aula Program Pascasarjana (PPs) UHO, Senin (4/10).

Dia mengaku telah menghasilkan pupuk organik berkualitas yang diberi nama GAKSI (mempunyai hak paten) yang sudah banyak dimanfaatkan melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang digagas oleh Kementan.

“Memang levelnya masih lokal, tetapi pupuk ini semua komoditas dapat digunakan terutama sayur-sayuran jangka pendek. Pupuk ini akan bisa melepaskan ketergantungan dengan pupuk kimia, apa lagi sejalan dengan program yang digagas  Dirjen Hortikultura Kementan,” tandasnya.

Lanjutnya, pupuk yang diciptakan mempunyai keunggulan memacu pertumbuhan tanaman, pengendali hayati, dapat memproteksi patogen sejak berada di dalam benih dan  mempunyai pengkayaan mikroorganisme yang memiliki kemampuan mendegredasi bahan-bahan organik dengan cepat serta hormon tumbuh dan lainnya.

Sehingga dapat menghasilkan prodak yang berkuantitas dan berkualitas untuk perkembangan pertanian organik yang lebih baik dan maksimal.(cr1/r2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.