Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Meledak! Bisnis Kelapa Muda Bakar dan Rebus

4
Suasana distribusi kelapa muda ke tempat dagangan Isra. (SUMARDIN/BKK)

Peluang bisnis terkadang muncul tidak selalu karena perencanaan yang matang oleh si pemilik usaha. Melainkan kadang juga  tidak disengaja, misalnya, karena ada dorongan dari orang-orang terdekat.

LAPORAN: SUMARDIN, Kendari

Inilah yang terjadi pada Isra penjual kelapa muda yang kini mampu menghasilkan omzet yang tidak sedikit dengan berjualan kelapa muda, dari Rp600 ribu sampai Rp5 juta per hari, bersihnya Rp4 juta.

Padahal, Isra dulunya berprofesi sebagai penjual semangka dan pisang ijo dengan pendapatan terbilang pas-pasan.

Ia menawarkan kelapa muda dengan berbagai varian menu, mulai suguhan kelapa muda segar, kelapa muda bakar/rebus, kelapa muda campur susu dan sirup,  serta menu lainnya yang memanjakan konsumen setianya.

Harga dibanderol mulai dari Rp8 ribu sampai Rp20 ribu per buah, tergantung menu yang dipesan.

Untuk bisa mencicipi suguhan ini, penikmat kelapa muda cukup mampir di sekitaran Jalan Edi Sabara (samping pos Polantas tapak kuda)  Kota Kendari.

Ia mengaku tidak pernah kehabisan stok, yang langsung didatangkan dari Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

“Setelah beralih profesi dari berjualan semangka dan panganan pisang ijo menjadi kelapa muda, Alhamdulillah omzet yang tadinya pas-pasan kini sudah jauh dari cukup,” ujarnya saat ditemui saat menjajakan dagangannya,  Senin (21/10).

Ia menjelaskan, omzet terbaiknya dalam menjajakan dagangannya tersebut terjadi pada hari-hari besar seperti perayaan Iduladha, Idulfitri, memasuki tahun baru  dan bulan suci Ramadan yang bisa mencapai sekira Rp5 juta, bersih sekitar Rp4 juta.

Dengan penghasilan terbilang besar itu, bukan berarti tidak sepi dari pembeli. Contohnya saja pada saat musim hujan tiba, biasanya para pembeli sudah tentu enggan meminum air kelapa muda, alhasil omzet yang terbilang besar tersebut bisa anjlok  menyentuh angka Rp600 ribu per hari.

“Jumlah kelapa muda yang dijajakan tergantung dari momen, kalau setiap hari biasa kita memesan sekira 400 buah. Tetapi menjelang hari-hari besar pasokannya sudah jelas ditambah, apalagi kita sudah bekerja sama dengan hotel-hotel ternama di Kendari seperti Hotel Claro yang biasa memesan 10 kg sampai 100 kg apabila ada acara-acara besar,” ucapnya.

Ia menuturkan, dari hasil berjualan kelapa muda tersebut dirinya sudah bisa  membangun sebuah rumah permanen, membiayai biaya pendidikan keluarga sampai jenjang strata I (S1) dan kebutuhan lainnya. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.