Berita Kota Kendari Online
Cerdas Menyatakan Lantang Menyuarakan

Ini Saran Ayah Almarhum Yusuf Kardawi untuk Polda Sultra

5

KENDARI, BKK- Ramlan, ayah Muhammad Yusuf Kardawi–salah satu korban tewas saat demonstrasi mahasiswa 26 September di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra)–mengaku kasihan pada mahasiswa yang bermalam di depan Markas¬† Kepolisian Daerah (Mapolda) untuk mengawal pengungkapan pelaku penembakan.

Ramlan kepada wartawan koran ini mengatakan, Senin (21/20), pihaknya berharap kasus ini segera terungkap.

Dia berujar, jika dibutuhkan hasil autopsi anaknya untuk mengungkap kasus tersebut, keluarga bersedia membongkar makam almarhum Yusuf kemudian dilakukan autopsi.

“Kita berharap kasus ini diungkap dengan baik dan pelakunya segera ditemukan. Jika harus membongkar makam almarhum Yusuf, kita bersedia lakukan,” katanya melalui telepon seluler.

Ramlan mengaku dirinya sudah menyampaikan kepada pihak kepolisian yang datang ke rumahnya bahwa harus ada tenggat waktu pengungkapan kasus tersebut.

“Namun hingga kini kasus tersebut belum terungkap. Sampai-sampai ada aksi mahasiswa yang menginap di depan polda sampai kasus tersebut terungkap.

“Kasian juga adik-adik itu. Sebenarnya, jika ada tenggat waktu, mahasiswa itu bisa pulang dulu kuliah, sambil menunggu tenggat waktu yang diberikan dari polisi itu,” usulnya.

Ramlan menyatakan sangat mengapresiasi gerakan mahasiswa yang terus berupaya mendorong kasus tersebut agar segera terungkap. Dia berharap, gerakan mahasiswa terus mengawal kasus sampai pelakunya terungkap.

“Harapannya, semangatnya mereka tidak luntur, meski tidak seramai awal-awalnya. Dan, mudah-mudahan tim dari Mabespolri yang melihat itu dapat bergerak cepat mengungkap kasus itu,” harapnya.

Diketahui, kurang lebih 3 minggu berlalu, siapa dalang dibalik tewasnya Immawan Randi (21)dan Muhammad Yusuf Kardawi, keduanya mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) pada aksi demonstrasi 26 September, belum menemui titik terang. (p2/iis)

Leave A Reply

Your email address will not be published.