Kasuistika

Polda Musnahkan 1,13 Kg Sabu-sabu Hasil Pengungkapan Jaringan Lapas

Uji barang bukti disaksi oleh tersangka sebelum dimusnahkan (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Bertempat di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (10/10) kemarin, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sultra melakukan pemusnahan barang bukti sabu-sabu sebarat 1,13 kg.

Direktur Rerserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Satrya Adhy Permana menyebutkan barang bukti tersebut merupakan hasil pengembangan dari pengungkapan  jaringan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari.

Dimana, sambung Satry, tersangka merupakan seorang wanita berinisial HR (42), ditangkap di kawasan Pelabuhan Bajoe di atas kapal KMP Raja pada 5 September lalu.

“Tersangka HR ini dikendalikan oleh napi berinisial YR, yang juga mengendalikan tersangka lain wanita berisial MLM (42) yang ditangkap pada 14 Agustus lalu, saat hendak mengirimkan sabu-sabu ke Raha,” terang Satrya ditemui usai pemusnahan sabu tersebut.

“Jadi total barang bukti yang dimusnahkan dari jaringan napi tersebut yakni sekitar 1,86 kg sabu-sabu. Dan, napi YR ini juga akan ditetapkan sebagai tersangka usai dilakukan gelar perkara,” tambahnya.

Satrya menyebutkan pihaknya telah menerima ketetapan pemusnahan barang bukti dari kejaksaan. Kemudian ditindak lanjuti dengan melakukan pemushanan tersebut.

“Tadi sudah dilakukan uji barang bukti disaksikan oleh tersangka. Barang bukti positif mengandung Metafetamin, dilarutkan menggunakan blender berisi air kemudian dikubur dalam tanah,” ujar Satrya.

Lanjut Satrya menyebutkan sepanjang Januari hingga Oktober 2019, pihaknya telah melakukan pemusnahan barang bukti sabu-sabu seberat 17 kg. Dibalik itu, sambung Satrya menyebutkan ada keprihatinan maraknya penyalahgunaan narkoba yang terjadi di Sultra.

“Pemusnahan ini begitu penting dilakukan. Selain memberi efek jera pada pelaku, juga diharapkan ada hal yang disampaikan pemusnahan lebih meningkatkan sinergitas antara aparat penegak hukum, pemerintah, LSM serta seluruh masyarakat untuk memberantas narkoba,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Wakil Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sulawesi Sultra Eko Suswoyo mengapresi kinerja aparat kepolisian atas capaian pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba tersebut.

Menurut Eko, penyalahgunaan narkoba di Sultra bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan seluruh pihak terkait juga harus terlibat dalam penyelesain masalah tersebut.

“Kami sebagai mitra terus berupaya melakukan penyuluhan dan mengedukasi masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba ini. Perangkat daerah juga harus dimaksimalkan untuk menuntaskan masalah narkoba di Sultra ini,” ujarnya saat ditemui di Mapolda Sultra.

Eko menyebutkan maraknya napi yang jadi pengendali peredaran narkoba harus jadi perhatian dari pihak lapas.

“Pihak lapas harus lebih tegas pada warga binaan, tidak ada komunikasi diluar. Dan oknum dilapas yang bermain juga jadi perhatian, agar napi disana tidak bebas melakukan penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (p2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top