Headline

Watuwatu Didesain Jadi Kampung Warna-warni

Kepala Lurah Watuwatu (baju dinas) bercengkerama dengan siswa yang penasaran dengan destinasi wisata kampung warna-warni yang sudah mulai tersebar namanya di Kota Kendari. (SUMARDIN/BKK)

Ada hal menarik tersimpan di Kelurahan Watuwatu Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Di wilayah perbukitan itu terdapat objek wisata yang unik dengan panorama alam yang indah. Berada di tengah permukiman warga yang bersih, rapi, dan penuh warna lahir Kampung Warna-warni.

Kurang lebih 2 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggagas lokasi tersebut, usai melakukan studi banding di Kota Tangerang Provinsi Banten, tentang bagaimana mengembangkan potensi alam yang ada menjadi destinasi wisata yang menjanjikan, tidak hanya untuk peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) tapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Zulkifli Adu, Lurah Watuwatu mengatakan, pengembangan wisata di wilayahnya sudah masuk dalam program prioritas Pemkot Kendari yang dikerjasamakan dengan  PT Pasifik Paint, perusahaan cat ternama.

“Watu-watu akan kita sulap menjadi lokasi destinasi wisata. Tentunya, melalui CSR PT Pasifik Paint, setelah mereka melihat keindahan Bukit Momahe (Watuwatu). Tapi, ini juga bisa berjalan jika ada partisipasi masyarakat setempat dan masyarakat sudah berkomitmen membantu,” ungkap Zulkifli, saat ditemui wartawan Berita Kota Kendari, Selasa (8/10) sore.

Tidak hanya itu, sambung dia, Pemkot Kendari bakal mewarnai kawasan perumahan Watuwatu menjadi Kampung Warna-warni, di mana setiap rumah didesain full colour sehingga menjadi indah.

“Kalau ini sudah jadi, pasti banyak wisatawan yang datang ke sini. Secara tidak langsung meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Pasalnya, selain pusat pariwisata, Watuwatu didesain menjadi pusat kuliner, pusat pembuatan cendera mata, baju-baju sablon, yang pastinya memasang simbol-simbol kearifan lokal masyarakat Kota Kendari.

Semua itu kian nyata setelah pemkot merekrut sekaligus melatih 30 orang pemuda lokal menjadi tour guide, persiapan saat Kampung Warna-warni sudah siap untuk dioperasikan.

“Ditargetkan November ini sudah rampung semua, Watuwatu menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kota Lulo. Sekali lagi ini akan berdampak bagi masyarakat, paling tidak memberikan nilai ekonomi masyarakat, karena disitu akan terjadi transaksi ekonomi, seperti kuliner, adik-adik buka lahan parkir, ada WC umum, dengan sendirinya anak-anak muda di Watuwatu  terberdayakan,” tambah Zulkifli.

Apalagi, lanjut dia, November nanti Sulawesi Tenggara akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS). Tentunya ini akan menjadi tugas pemkot sebagai tuan rumah untuk menyambut tamu-tamu dari luar Sultra, bahkan dari luar negeri.

“Kan kalau sudah jadi, tamu-tamu HPS akan berkunjung ke Kampung Watuwatu, dengan harapan dapat mempromosikan daerahnya dan itu berdampak positif,” terangnya.

Ia juga mengaku sudah mengadakan rapat dengan Bappeda dan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) baik dari dinas koperasi dan UKM, dinas ketahanan pangan, dinas PUPR untuk mensukseskan proyek Kampung Warna-warni.

“Kita sudah rapat, tinggal action saja, apalagi Wali Kota sangat mendukung ini,” pungkasnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top