Kasuistika

Usai Minum Miras, Pria Asal NTT Ditemukan Tewas dalam Gubuk Kosong

Zulfikar/BKK
Tempat meninggalnya almahrum, saat ditunjukkan oleh Tim Inafis Polres Kolaka

KOLAKA,BKK – Seorang pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia di dalam gubuk kosong milik salah satu warga di Kelurahan Lamokato Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka pada Selasa (8/10) kemarin.

Pria yang diketahui meninggal sekira pukul 13.00 Wita itu, tak memiliki identitas apapun. Hanya saja warga setempat mengenal pria ini dengan nama Deby (32) yang berasal dari Flores NTT.

Salah satu saksi mata, Bambang (52), mengatakan bahwa sebelum ditemukan meninggal, Senin (7/10) malam lalu, di gubuk itu ia dan korban bersama beberapa orang temannya sempat mengonsumsi minuman keras (miras) sejenis tuak atau ballo.

Kemudian, dirinya dan korban tertidur di gubuk kosong tersebut. Bangun dari tidur, almarhum sempat mengeluh sakit karena lehernya  bengkak.

“Bangun tadi pagi, almarhum sempat cerita tentang mimpinya kalau dia didatangi oleh dua perempuan dan mencekik lehernya. Suaranya terdengar aneh saat bercerita, kemudian dia pergi tidur lagi. Kira-kira jam satu tadi kita lihat ternyata sudah meninggal,” jelasnya.

Bambang menyebutkan, korban selama ini hidup sebatang kara di Kolaka dan tak memiliki rumah. Gubuk tempat jenazahnya ditemukan pun adalah gubuk kosong milik warga yang hanya digunakan sebagai tempat berkumpul orang untuk minum-minum.

“Selama ini dia (almarhum) sudah sering mengeluh sakit, tapi karena malu, jadi dia tidak pernah untuk ungkapkan,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Lurah Lamokato Supriadi mengakui, kurang lebih 1 tahun, korban tinggal di wilayahnya namun  belum tercatat sebagai warga  Kolaka.

Selama berada di Kolaka pria ini dikenal pendiam. Sehari-harinya ia bekerja sebagai buruh pikul barang di salah satu toko di Kolaka.

“Karena almarhum tak memiliki keluarga di Kolaka, jasadnya kemudian disemayamkan di salah satu rumah warga sekitar yaitu Dg Ke’na, untuk selanjutnya dimakamkan,” tandasnya.(k1/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top