Headline

Komisi I: Polisi Jangan Kelamaan Mengungkap Pelaku Penembakan Mahasiswa

Rizki Brilian Pagala. (MITA/BKK)

Endang SA.

KENDARI, BKK- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari meminta pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk secepatnya mengusut tuntas kasus penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO). Terutama menguak siapa pelaku penembakan.

Rizki Brilian Pagala, Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari mengatakan, Selasa (8/10), masyarakat dan mahasiswa saat ini masih mengamati kinerja polisi, menanti perkembangan polisi mengungkap siapa yang menembak kawan mereka saat unjuk rasa di DPRD Sultra pada 26 September.

“Saya harap pengungkapan kasus ini jangan berlarut-larut. Ini sudah dua minggu loh, sejak kejadian itu terjadi. Polisikan sudah menetapkan 6 oknum polisi yang membawa senjata saat pengamanan unjuk rasa 26 September. Jadi, saya kira itu bisa dipercepat,” gugah Brilian.

Menurut dia, jika siapa yang menembak itu belum diungkap, maka gelombang massa yang melakukan demonstrasi tidak akan berhenti.

“Kita lihat sekarang kan itu masih ada yang menggelar demonstrasi. Dan, itu setiap saat kita lihat. Bahkan saat pelantikan DPRD Sultra itu juga ada demonstrasi, di mana tuntutannya juga sama soal penembakan itu,” ujarnya, di gedung DPRD Kota Kendari.

Brilian juga mengingatkan kepada pengunjuk rasa khususnya mahasiswa, untuk tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasi, yang bisa menyebabkan pengguna jalan, masyarakat sekitar terganggu.

“Mari kita sampaikan secara damai, polisi juga pasti akan mendengarkan kita. Kita harus saling meng-support, agar kasus penembakan ini bisa segera tuntas,” tutup Brilian Pagala.

Wakil Ketua DPRD Sultra Juga Mendesak

Sehari sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Muhammad Endang, meminta Kepolisian Daerah (Polda) untuk menguak secepatnya tragedi yang menewaskan 2 mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO).

“Saya menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kapolda Sultra. Dan, saya minta komitmen bapak untuk menyelesaikan tragedi persoalan meninggalnya 2 mahasiswa UHO pada unjuk rasa yang lalu, dengan seterang-terangnya dan sebaik-baiknya,” kata Endang di hadapan Kapolda Brigjenpol Drs Merdisyam, saat pelantikan 45 anggota DPRD Sultra Sultra masa bakti 2019-2024, Senin (7/10).

Pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sultra ini menambahkan, kapolda sebelumnya, Brigjenpol Iriyanto, secara kesatria dan terbuka telah mengakui bahwa Immawan Randy telah tertembak.

“Terus terang sifat seperti ini, tentu kita berikan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada kapolda sebelumnya, semoga beliau sukses di lapangan dengan tugas yang lain,” kata Endang.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Sultra Ali Mazi atas inisiatif mengunjungi korban.

“Dan juga beliau memberikan santunan kepada 2 korban mahasiswa UHO, namun juga saya menyampaikan kepada gubernur selain keluarga korban juga diberikan santunan kepada korban-korban lainya. Baik dari mahasiswa, masyarakat, maupun aparat keamanan,” anjurnya.

Dua mahasiswa yang jadi korban tewas adalah Immawan Randy (21), mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) UHO jurusan Budi Daya Perikanan (BDP) angkatan 2016. Ia meninggal dengan sebuah lubang peluru di dadanya. Kemudian, Yusuf Kardawi (19) Mahasiswa D3 Teknik Sipil UHO angkatan 2018, kepalanya remuk. (p1-p3/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top