Headline

BNNP Gagalkan Penyelundupan Sabu-Sabu 353 Gram dari Makassar

Kedua tersangka digelandang ke Kantor BNNP Sultra. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 353 gram dari Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Kabupaten Kolaka, Sabtu (5/10) lalu.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 2 orang tersangka, yakni lelaki berinisial OP (34) dan lelaki berinisial AD alias AAS (39), keduanya merupakan warga Kelurahan Balandete Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Berantas BNNP Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Anwar Toro menerangkan, Selasa (8/10), pihaknya pada Jumat (4/10) menerima informasi dari masyarakat bahwa ada kiriman paket sabu-sabu dari Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) ke Kolaka melalui mobil bus PO Bintang Selamat.

Dari informasi tersebut, sambung dia, pihaknya menuju Kolaka untuk melakukan penyelidikan.

“Personel yang tiba di sana pada Sabtu (5/10) mencurigai barang kiriman dari Makassar yang diturunkan di perwakilan PO Bintang Selamat. Barang kiriman tersebut diduga berisi sabu-sabu,” ujar Anwar, saat konferensi pers di BNNP Sultra, kemarin.

Tak lama berselang, Anwar menuturkan, tersangka berinisial OP (34) datang ke perwakilan bus untuk mengambil kiriman.

“Tersangka OP kemudian langsung ditangkap oleh petugas BNNP Sultra dan diamankan 2 dus paket kiriman yang diambil di sana,” kata Anwar.

“Saat diinterogasi, tersangka OP ini mengatakan mengambil barang atas suruhan tersangka AD alias AAS yang rumahnya tak jauh dari perwakilan bus tersebut,” tambahnya.

Petugas kemudian menangkap tersangka AD alias AAS dan dibawa ke perwakilan bus untuk menyaksikan pemeriksaan paket kiriman yang diduga berisi sabu-sabu.

“Saat dibuka, 2 dus tersebut berisi 7 bungkus sabu-sabu seberat 353 gram. Tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNNP Sultra untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” kata Anwar.

Dari pengakuan tersangka, ia menerangkan, kedua tersangka baru pertama kali menggeluti bisnis haram ini, yang rencananya sabu-sabu akan diedarkan di Kolaka.

“Selain pengedar, kedua tersangka ini juga positif menggunakan sabu-sabu,” kata Anwar.

Saat ini, lebih lanjut Anwar menyebutkan pihaknya masih melakukan pengembangan terkait jaringan kedua tersangka. Namun, dari pengakuan tersangka, mereka dikendalikan oleh narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari.

“Ada nama samaran yang menyuruh mereka, namun apakah memang napi di lapas, saat ini masih kita lakukan pengembangan. Kita juga sudah koordinasi dengan pihak lapas untuk pengembangan kasus ini,” pungkasnya.

Terpisah,  pengacara tersangka, Sendy Fery  Yoesoef SH dan Samsu Alam SH, memberikan keterangan bahwa paket berisi sabu-sabu itu diketahui kliennya adalah berisi sepatu yang dikirim dari Makassar.

“Klien kami diberikan informasi oleh pengirim barang tersebut, bahwa barang yang dikirimnya  itu merupakan sepatu dan akan ada orang dari Kendari yang datang mengambil barang tersebut,” terang Sendy.

Dengan demikian, menurutnya, kedua kliennya tidak tahu menahu dengan barang haram tersebut. (p2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top