Kasuistika

Ombudsman Minta Polisi Segera Ungkap Pelaku dan Disampaikan ke Publik

KENDARI, BKK- Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Tenggara (Sultra) Mastri Susilo pada wartawan koran ini, Selasa (1/9), menyebutkan pihaknya bakal memastikan Polri segera mengungkap rentetan  dugaan kesalahan prosedur pengamanan serta pengungkapan pelaku yang menyebabkan Randy dan Yusuf meninggal dunia, saat pelaksanaan aksi demonstrasi di DPRD Sultra 26 Sebtember lalu.

Hal tersebut, sambung Mastri sesuai dengan kewenangan Ombudsman yang diatur dalam Undang-Undang (UU) 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman RI.

“Hal ini menjadi penting, untuk membasahi batin publik yg akhir-akhir ini panas dan terluka. Dari aspek prosedur, apakah penanganan massa sesuai dengan Perkap tentang unjuk rasa (unras), SOP penanganan massa dan prinsip-prinsip hak asasi manusia,” terang Mastri.

Mastri mennyebutkan, pihaknya mengapresiasi tim dokter yang melakukan otopsi jenasah, sehingga bisa membuka tabir awal penyebab meninggalnya 2 mahasiswa UHO tersebut.

“Dari itu kita ketahui, adanya dugaan kesalahan prosedur dan pelaku penembakan yang harus segera diungkap oleh pihak polri,” kata Mastri.

Menyikapi aksi susulan, Mastri berharap, aparat keamanan baik Polri maupun TNI, untuk menjaga dan mengawal massa aksi tanpa show of force, kekuatan dan personel tetap mempedomani SOP dalam penanganan aksi unjuk rasa.

Kepada massa aksi, dia juga berharap menyampaikan aspirasi dengan damai, elegan dan menyerahkan poin-poin tuntutannya kepada lembaga yang berwenang di daerah.

“Situasi seperti sekarang ini, aparat keamanan harus dapat memahami suasana kebatinan mahasiswa, dengan tetap mencegah massa aksi agar tidak melakukan tindakan anarkisme dan melawan hukum. Dan, budayakan dialog dan persuasif dalam menangani massa,” ujarnya.

Lebih lanjut Mastri menyebutkan, untuk tetap menjaga kesejukan dan suasana damai, seluruh lapisan masyarakat diminta tetap menjaga kondusifitas dan suasana kebatinan dari keluarga korban.

“Jadi untuk sekarang ini diharapkan tidak membuat komentar yang tidak baik di media sosial terkait peristiwa ini. Sehingga tidak terjadi suasana gaduh yang menggangu hubunagn sosial masyarakat di Sultra,” pungkasnya. (p2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top