Kasuistika

KPK Warning Jangan Coba-Coba Mainkan Aset Daerah

RAHA,BKK- Para penjabat, mantan pejabat, ASN mantan ASN atau pihak lain yang mengusai barang milik daerah baik mobil, motor, tanah, dan rumah, sebaiknya berhati-hati. Apabila penguasaan aset itu bukan yang berhak, maka bisa masuk ranah korupsi.

Hal ini disampaikan Koordinator Wilayah (Korwil) VIII Korsubgah KPK Wilayah Sulawesi, Adlinsyah Malik Nasution, dalam rapat koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi wilayah Kepulauan Muna – Buton, Kamis ( 19/9), di Ruang rapat Kantor Bupati Muna.

“Hati-hati bermain-main dengan aset daerah ya, termasuk di Muna. Mobil, motor, rumah dan tanah milik daerah serta pengalihan aset yang tidak sesuai prosedur. Kalau dikuasai oleh pihak yang tidak berhak, maka itu bisa masuk ranah korupsi. Berpotensi saja dapat menimbulkan kerugian negara, itu sudah masuk kerugian negara. Jadi jangan main-main dengan masalah aset,” warning Adliasyah dalam rapat yang dihadiri bupati dan wali kota yang berasal dari Kepulauan Muna-Buton itu.

Katanya, kalau dulu “senter” KPK itu lebih banyak mengarah pada pengeluaran, kini mengarah kepada pendapatan dan aset daerah.

“Potensi terjadi tindak pidana korupsi itu juga besar dalam hal pendapatan dan aset daerah. Jadi kepada bupati/ walikota se-Kepulauan Muna-Buton di korwil VIII Sultra, berhati-hati dalam hal pendapatan dan aset daerah,” pesannya.

Sementara itu, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri Drs H Sarifuddin Udu MSi yang juga menjadi salah satu narasumber dalam rapat koordinasi tersebut  mengatakan, bupati/ wali kota harus tegas dalam masalah aset.

“Jangan karena sudah pensiun itu penjabat dan bilang kasian karena itu orang tua kita. Jangan ditarik randisnya atau rumahnya. Tidak bisa seperti itu ya. Daerah itu harus menerapkan pola seperti di pusat. Begitu mutasi atau pun pensiun, dalam waktu dua hari, semua aset dalam penguasaan yang tidak berhak, harus ditertibkan,” ujarnya. (tri/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top