Beranda

Bapenda Akui Capaian Pajak Air Permukaan Belum Maksimal

Yusuf Mundu. (FOTO:FAYSAL/BKK)

KENDARI, BKK- Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Yusuf Mundu mengakui, capaian pajak air permukaan (PAP) belum maksimal.

“Hingga kini belum juga optimal dilakukan penarikan. Faktanya dari sekitar 39 perusahaan yang menggunakan air permukaan, termasuk PDAM, baru satu perusahaan yang rutin membayar PAP-nya,” bebernya saat ditemui di Gedung Dewan Perwakilan Rakyak Daerah (DPRD) Sultra, Kamis (19/9).

Yusuf menambahkan, PAP berlaku sejak 2014, namun baru tahun ini dilakukan optimalisasi. Pasalnya saat ini pajak tersebut sudah dilirik pihak Korsubgah KPK.

Dia mengaku, jika PAP dikelola secara baik maka akan menjadi salah satu penyumbang PAD yang tinggi.

Pada 2018, beber Yusuf, target Rp2,7 miliar; yang terealisasi hanya Rp999 juta. Dan, 2019 juga tetap dengan terget yang sama Rp2,7 miliar; hingga Juli, baru terealisasi Rp623 juta.

“Ini akan terus kita optimalkan agar lebih baik lagi,” janjinya.

Mash kata Yusuf, untuk beberapa pekan ke depan, pihaknya bersama inspektorat, serta inspektur tambang akan masuk melihat potensi pajak PAP ke PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).

“PT VDNI, kami sinyalir banyak dalam penggunaan air permukaan,” katanya. (p3/man)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top