Headline

Kalau Tidak Bisa Mencicipi Tubuhnya, Minimal Dapat Hp-nya

Tersangka Muhamad Aldi Hidayat alias La Ebong (21) yang diamankan di Mapolres Kendari. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Tersangka pencuri yang menyasar kaum hawa dengan bermodal seragam Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengaku sudah 4 kali melakukan aksinya. Dua kasus yang ada laporannya di kantor polisi berasal dari wanita yang dikenalnya di Facebook Juli lalu dan yang terbaru dari atlet karate.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaedi pada wartawan koran ini memaparkan, Rabu (18/9), dari laporan yang diterima polisi, tersangka Muhamad Aldi Hidayat alias La Ebong (21) melakukan aksi pencurian dengan modus berpura-pura jadi aparat TNI maupun Polri.

Laporan pertama, beber Kapolres, diterima yakni dari korban wanita berinisial JW, warga Kelurahan Puuwatu Kecamatan Puuwatu Kendari.

Tersangka dan korban berkenalan melalui media sosial, Facebook. Saat itu tersangka mengaku sebagai oknum TNI. Dan, tersangka juga modusnya berpura-pura jadi oknum Polri,” terang Jemi saat konferensi pers di Mapolda Sultra, kemarin.

Usai berkenalan, Jemi melanjutkan, tepatnya pada 1 Juli tersangka dan korban bertemu di Kendari Beach (Kebi).

Minta Begituan

“Di sana, tersangka menarik paksa tangan korban ke penginapan untuk berhubungan layaknya suami istri. Namun, korban ini menolak, sehingga terjadi tarik menarik antara korban dan tersangka,” tutur Kapolres.

“Kemudian saat tersangka ini pergi, korban mengecek handphone yang disimpan di saku bajunya, ternyata handphone sudah diambil tersangka,” sambung Jemi.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekira Rp2,6 juta,” jelas Jemi.

Laporan kedua, ungkap Kapolres Jemi, datang dari anak karate yang handphone-nya juga dicuri oleh tersangka saat latihan di Taman Kota Kendari, pada Minggu (15/9) lalu.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka hanya datang ke tempat latihan tersebut berlagak seperti anggota. Jadi, korban yang datang sekitar pukul 07.00 Wita menyimpan tasnya di salah satu tangga saat latihan. Kemudian tersangka yang datang sekitar pukul 09.00 Wita, melihat tas itu, dan mengambil handphone milik korban,” terang Jemi.

Atlet Karate

“Jadi korbannya yang anak karate bernama Muhifal (16), warga BTN Griya Asri,” sambung Jemi.

Setelah mengambil handphone milik korban, kata Kapolres, tersangka kemudian pergi dan menjual handphone tersebut Rp1 juta.

“Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian sekira Rp2,6 juta,” kata Jemi.

Setelah menerima laporan dari korban, polisi membekuk tersangka pada Selasa (17/9) di sekitaran gedung KONI.

Dari pengakuan tersangka sendiri, kata Kapolres, sudah 4 kali melakukan aksi pencurian dengan berpura-pura jadi anggota TNI maupun Polri.

“Jadi modus korban mengambil barang milik korban dan memanfaatkan nilai ekonomisnya,” terang Kapolres.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pencurian. Ancaman hukuman pidananya 5 tahun penjara. (p2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top