Headline

Pemprov Rogoh APBD Rp6 Miliar untuk Sukseskan HPS

Pemprov Sultra saat menggelar rapat pleno HPS bersama pemerintah pusat. (FAYSAL/BKK)

KENDARI, BKK- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) merogoh saku sebanyak Rp6 miliar untuk penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 yang tahun ini dipusatkan di Bumi Anoa.

Rabu (11/9) lalu, Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura pada Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto datang meninjau persiapan di Sultra.

Prihasto Setyanto mengunjungi Desa Poundambu Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) untuk melihat langsung lokasi gelar teknologi (geltek) yang rencananya akan dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kemarin (12/9), digelar pertemuan antara pemerintah pusat dan pemprov yang dipimpin langsung Prihasto Setyanto.

Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sultra La Ode Mustari kepada wartawan menjelaskan, akhir-akhir ini pihaknya selalu melakukan pertemuan mengenai persiapan event nasional ini.

Pemprov, kata dia, akan berupaya demi kesuksesan serta lancarnya seluruh kegiatan yang akan berlangsung 2-5 November mendatang.

“Karena waktunya sudah dekat, kita akan forsir untuk optimalisasi seluruh bidang. Sultra sebagai tuan rumah harus mempersiapkan semuanya dengan matang. Bahkan untuk orang nomor 1 di Indonesia akan disediakan 2 helikopter khusus, superpuma,” terang Mustari, Kamis (12/9).

Kepala BKD Sultra ini menambahkan, pemprov sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 6 miliar di perubahan anggaran, untuk mematangkan seluruh kegiatan.

“Di sini kita harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Suatu kepercayaan yang sangat besar bagi Sultra dijadikan tuan rumah HPS kali ini,” jelasnya.

Sementara, Prihasto Setyanto mengungkapkan, untuk penetapan lokasi kunjungan presiden, sampai saat ini belum dapat diplenokan. Sebab, pihaknya harus berkoordinasi dengan pihak protokol kepresidenan berkait itu.

“Kemungkinan presiden akan menghadiri acara gelar teknologi di Konsel. Sebab, berdasarkan pengalaman, Pak Presiden akan turun langsung meninjau gelar teknologi budidaya kakao,” bebernya.

Selain itu, setelah melakukan pengecekan khususnya berkait tanaman kakao Sultra yang memiliki potensi yang baik untuk diperlihatkan kepada dunia.

“Di lapangan, kita bisa lihat hasil dari teknologi budidaya kakao. Bagaimana proses pengembangan dan peremajaan bisa dilakukan dengan baik. Penanaman jagung, kacang kedelai cukup memuaskan, jadi kita optimis HPS bisa dilaksanakan dengan sukses,” paparnya. (p3/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top