Beranda

 P2ID Masih Terganjal Pembebasan Lahan

Ali Akbar. (FOTO : FAYSAL/BKK).

KENDARI, BKK – Polemik lahan Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID) tak kunjung usai atau masih terganjal. Upaya persusif Pemerintaj Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra)  yang dilakukan bertahun-tahun belum jga membuahkan hasil paripurna. Banyak warga mengaku belum menerima ganti rugi sesuai angka yang mereka inginkan.

Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Sekretaris Daerah (Setda) Sultra, Ali Akbar membenarkan, bahwa ia mengaku saat ini masih memproses beberapa berkas warga yang masuk, dikarenakan masih ada yang belum terbayarkan.

“Namun data itu masih dalam ferivikasi. Kita belum tau berapa total berkas yang masuk. Sebab masih akan disesuaikan dengan berkas yang dipegang pihak Pemprov,” katanya

saat ditemui dikantor Gubernur Sultra, Rabu (11/9).

Dikatakan, hingga saat ini, pihaknya belum dapat berkomentar banyak hingga semua benar-benar rampung.

“Masih adanya beberapa kawasan yang belum terbayarkan menjadi kendala. Semua ini telah kami bahas dalam penganggaran diperubahan, tapi untuk total anggaran ganti rugi lahan belum benar-benar rampung hingga datanya selesai diferivikasi,” jelasnya.

Ali menyebutkan, jika semua sudah rampung, maka pihak Pemprov akan segera menguasai kawasan tersebut. Sehingga tidak ada lagi pihak yang dapat mengklaim dengan seenaknya.

“Dan melarang siapapun yang tidak berkepentingan melakukan aktifitas disekitaran itu,” bebernya.

Sementara itu,  Wakil gubernur Sultra Lukman Abunawas belum lama ini,  juga pernah mengatakan agar Pemprov harus bekerja cepat dalam menangani segala persoalan aset. Jangan dibiarkan berlarut-larut.

“Sengketa terkait aset P2ID ini memang sangat luar biasa. Tapi kita harus kerja cepat. Bila tidak, maka akan banyak lagi warga yang mengambil kesempatan. Saya sudah beritahu BPKAD dan Biro Hukum agar cepat mengantisipasi itu. Kuasai secepatnya dan manfaatkan,” ucap Lukman. (p3)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top