Pendidikan

Optimalkan SDA dan Hasil Pertanian, Tim PKM Edukasi Masyarakat

Para tim pelaksana PKM PKW. (FOTO: SUMARDIN/BKK)

KENDARI, BKK – Guna mengoptimalkan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) dan meningkatkan hasil produksi pertanian di daerah, tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Kemitraan Wilayah (PKW) 2019 beri edukasi kepada masyarakat di Desa Lambiku dan Desa Pentiro, Kecamatan Napabalano, Kabupaten Muna tentang penggunaan dan manfaat pupuk bokasi plus.

Ketua Tim Prof Dr Ir H La Karimuna mengatakan, tujuan PKM ini untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam lokal, yang berbasis vegetasi sekunder yang didominasi Komba-Komba (Chromolaena odorata L.) yang selama ini dianggap sebagai tumbuhan pengganggu.

Namun ternyata, ucap dia, hasil kajian ilmiah, Chromolaena odorata L. tersebut mengandung unsur hara yang cukup banyak, dan berasosiasi dengan mikoriza sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah dan hasil tanaman apabila diubah menjadi pupuk organik bokashi plus.

“Terdapat perbedaan hasil yang sangat nyata antara tanaman yang dibudidayakan menggunakan pupuk bokashi plus dengan tanpa bokashi plus. Kalau tanpa pupuk, hasil tanaman jagung hanya berkisar antara 1 sampai 2 ton, tapi jika menggunakan pupuk bokashi plus itu bisa kita dapatkan 4 sampai 5 ton pada musim kemarau. Sedangkan musim penghujan itu bisa lebih tinggi lagi yakni 6 sampai 7 ton dan untuk kacang tanah bisa 2 ton lebih,” ujarnya, Rabu (11/9).

Prof Karimuna menjelaskan, bahan dasar yang digunakan dalam membuat pupuk bokasi plus ini adalah Komba-komba (Chromolaena odorata L.), kotoran ayam, dedak padi, gula aren dan EM4 (Effective Microorganisme 4). Kemudian, jelas dia, dicampur secara merata dan difermentasikan selama 7-10 hari. Setelah itu, kata dia, sudah bisa mendapatkan pupuk bokashi plus yang terbaik.

“Plus yang dimaksud pada pupuk tersebut adalah mikoriza yang ditambahkan pada media tanam, yang berguna meningkatkan produksi tanaman melalui perluasan atau perpanjangan akar dengan hifa untuk menjangkau unsur hara dan air,” jelasnya.

Ia dan timnya berharap, program pengabdian yang dilakukan di Desa Lambiku dan Pentiro ini bisa menjadi kebijakan pemerintah, untuk digunakan pada komoditas pertanian lainnya yang ada di Kabupaten Muna. Sebagaimana yang telah dicapai timnya pada saat melaksanakan PKM di Kecamatan Kulisusu Barat, Kabupaten Buton Utara (Butur).

“Dengan melimpahnya Komba-komba (Chromolaena odorata L.) di Kabupaten Muna, bisa menjadi perluasan atau pengembangan mengenai penggunaan pupuk bokashi plus yang berbahan lokal,” tuntasnya. (cr1/r2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top