Headline

Lagi, Pagar Listrik untuk Babi Renggut Nyawa Manusia

Korban, Tasmin  (46), saat ditemukan warga dalam keadaan tidak bernyawa di kebun jagung. (MANSIRAL/BKK)

LASUSUA, BKK- Hama babi menjadi salah satu momok yang sangat menakutkan bagi para petani di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Untuk menghalau serangan tersebut, segala cara dilakukan mulai dari racun hingga memasang kawat mengelilingi kebun lalu dialiri listrik tegangan tinggi yang disebut kontak babi.

Naasnya, bukannya babi yang tersengat namun manusia ikut jadi korbannya. Sudah 2 orang meninggal dunia dalam 2 bulan terakhir.

Beberapa waktu lalu, tepatnya Sabtu  (24/8), kontak babi merenggut nyawa Mansur (61), warga Desa Kasumeeto Kecamatan Pakue. Ia ditemukan telah terbujur kaku. Diduga kuat korban tewas tersengat aliran kontak babi di kebun jagung tetangganya.

Terbaru, kontak babi menelan korban jiwa di Desa Rantelimbong Kecamatan Lasusua. Tasmin  (46) warga Songka  Kota Palopo Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ditemukan tidak bernyawa pada Selasa (10/9) sekitar pukul 11.00 Wita, di kebun jagung salah satu warga. Ia tewas mengenaskan.

Menurut teman korban, Imran Lora, sebelum ditemukan tewas pada siang hari (Selasa, red). Senin (8/9) malam korban bersama rekan-rekanya menggelar pesta.

“Malam itu kami sedikit minum ballo atau tuak bersama korban. Saat itu korban diajak teman-teman untuk ke sungai melihat pancing belut yang dipasang salah satu teman,” kata Imran, Rabu  (11/9).

Ia melanjutkan, saat itu korban dan teman-temannya yang berjumlah 3 orang berangkat menuju sungai. Namun, sebelum sampai di sungai, korban mengeluh capai dan tidak bisa melanjutkan perjalan.

“Salah satu teman menyarankan agar korban duduk saja menunggu mereka di pinggir jalan setapak,” tuturnya.

Saat itu, kata Imran, korban duduk di tanah dan 3 orang temanya bersama menuju sungai untuk melihat pancing belut yang dipasang.

Setelah melihat pancing tersebut, ketiganya kembali ke tempat mereka meninggalkan korban, namun saat itu korban sudah tidak berada di tempat.

“Teman memberitahu kami untuk melakukan pencarian malam itu juga. Bahkan sampai pagi masih terus dilakukan pencarian namun tidak menemukan korban. Nanti sekitar pukul 11.00 Wita (keesokan harinya), kami ditelepon dari salah satu kelompok teman yang juga melakukan pencarian kalau korban telah ditemukan,” Imran mengisahkan.

Korban ditemukan dekat kebun jagung dalam keadaan tidak bernyawa.

“Kami langsung menuju TKP melihat Tasmin sudah tidak bernyawa dengan wajah menghitam dan di situ ada kabel listrik yang dipasang untuk menghalau hama babi,” kata Imran.

Ia melanjutkan, korban memiliki 4 orang anak. Korban baru sebulan lebih berada di Rantelimbong untuk membantu memetik cengkih milik keluarganya.

Kepala Satuan intelijen dan Keamanan (Kasatintelkam) Kepolisian Resor (Polres) Kolut Inspektur Polisi Satu (Iptu) Muh Saleh membenarkan, tewasnya korban diduga tersengat listrik atau kontak babi, sebab ada luka bakar pada bagian kaki korban serta adanya kawat listrik yang tersambung di salah satu rumah warga.

“Kita percayakan (tim) Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) bekerja karena korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk divisum. Kita baru menduga kalau korban meninggal akibat sengatan listrik atau kontak babi,” kata Kasatintel.  (r6/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top