Bisnis & Ekonomi

Jasindo Siap Tanggung Kerugian Petani yang Gagal Panen Akibat Kemarau

KENDARI, BKK – PT Asuransi Jasindo (Persero), siap menanggung kerugian petani di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengalami gagal panen akibat kemarau.

Apa lagi berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultra menunjukkan, sebanyak 11 kabupaten/kota diprediksi berpotensi mengalami kekeringan status dengan status siaga naik menjadi awas.

Kepala Stasiun Klimatologi Ranomeeto Aris Yunatas mengatakan, peringatan status siaga ini karena 11 daerah yakni Kota Baubau, Kabaena Barat, Poleang Timur, Poleang, Poleang Barat (Bombana), Lasalimu, Batauga (Buton Selatan), Kota Kendari, Lainea (Konawe Selatan), Parigi, dan Tongkuno (Muna) telah mengalami hari tanpa hujan paling singkat 31 hari.

“Artinya, ke-11 daerah tersebut sudah 31 hari atau satu bulan tidak turun hujan sama sekali,” ungkapnya, Rabu  (11/9).

Ia menjelaskan, 11 daerah yang berpontensi akan naik status menjadi awas karena musim puncak kemarau terjadi pada bulan september.

“Status awas bisa dikatakan bahwa suatu daerah tidak mengalami hujan dalam kurun waktu paling singkat 61 hari atau dua bulan,” jelasnya.

Sementara, Staf Unit Teknik Jasindo Kendari Ainul Anugrah mengungkapkan, para petani yang masuk asuransi Jasindo saat ini baru Konawe Selatan (Konsel), sekitar 180 hektar dan sejauh ini belum ada laporan dari para petani gagal panen akibat kemarau.

“Tapi, apabila ada laporan dari para petani yang terkafer di Jasindo yang gagal panen akibat kemarau, kami siap mencairkan klaim sesuai dengan polis dan aturan yang berlaku,” ucapnya.

Ia menuturkan, bagi para petani yang ingin klaim caranya sangat gampang, tinggal melapor ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), nanti PPL yamg membuat laporan ke Jasindo atau bisa langsung buka website Sistem Informasi dan Aplikasi Pertanian (Siap).

Untuk mendaftar ansuransi, kata dia, sebenarnya biayanya sebesar Rp180 ribu, namun disubsidi oleh pemerintah sebesar 80%, sehingga iuran preminya sisa Rp36 ribu per orang per hektar sawah.

“Jadi ,mendaftar sebagai anggota asuransi hanya membayar Rp36 Ribu per hektar, dan itu dibayar hanya satu kali setiap musim tanam ,” katanya

Dia menjelaskan, persyaratan untuk mendaftar sebagai anggota asuransi hanya nomor KTP saja, karena pendaftaran melalui online atau memakai aplikasi.

“Pendaftaran dilakukan setelah menanam, dengan jangka waktu 1 bulan, tidak bisa lewat dari satu bulan setelah menanam,” bebernya.

Lebih lanjut Ainul mengatakan, daerah persawahan terbesar pertama ada Konawe, yakni sekitar 60 ribu hektar sawah, disusul Kabupaten Bombana 20 ribu hektar, dan Konsel sekitar 10 ribu hektar.

“Di 2020 kami akan intens melakukan sosialisasi langsung ke petani, sehingga dapat meningkatkan pemahaman para petani akan pentingnya asuransi,” tutupnya. (p4-r2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top