Headline

Dirjen Hortikultura Tinjau Lokasi Perayaan Geltek Kebun Kakao di Angata

Prihasto Setyanto meninjau lokasi Gelar Teknologi Kebun Kakao. (FAYSAL/BKK)

KONSEL, BKK – Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura pada Kementerian Pertanian Prihasto Setyanto datang meninjau lokasi perayaan gelar teknologi (geltek) di kebun kakao Desa Pudambu Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Rabu (11/9).

Rencananya, geltek akan digelar saat Hari Pangan Sedunia ke-39 yang jatuh pada 2 November mendatang, yang pada tahun ini diselenggarakan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). HPS bakal dihadiri Presiden Jokowi.

Prihasto Setyanto mengatakan, kehadiran Presiden Jokowi dan kedutaan besar (dubes) di Sultra ada dua skenario, yakni di Kota Kendari untuk pameran MTQ serta geltek kakao di Angata.

“Jadi, kemungkinan besar presiden  dan dubes akan ke sini, lokasi perayaan geltek kebun kakao. Namun, ini semua kita akan konsultasikan dengan protokol presiden,” katanya saat diwawancarai usai meninjau lokasi geltek, kemarin.

Dikatakan, kedatangan presiden praktis tinggal 1,5 bulan lagi, namus sesuai hasil tinjauan di lapangan bahwa peremajaan tanaman kakao pihaknya sangat optimis bisa dilaksanakan.

“Jadi, memungkinkan, dan kita juga sudah cukup pengalaman dalam perayaan kegiatan ini,” jelasnya.

Prihasto menyebutkan, ada 5.000 orang akan memadati geltek kebun kakao, maka akan dilakukan rekayasa jalan bersama dinas perhubungan (dishub) dan kepolisian.

“Karena, salah satu kendalanya jalan. Karena, masuk ke lokasi geltek kebun kakao memerlukan waktu yang cukup panjang juga. Jadi, ini kerja sama dengan semua pihak. Jadi, kami sudah bicarakan aksesnya seperti apa nanti dengan pemda, sampai pada titik-titik parkir,” bebernya.

Masih kata dia, setelah kunjungan kemarin, akan dilakukan kunjungan berikutnya lagi sampai 2 atau 3 kali lagi.

“Jadi saya akan terus memonitor mengenai kesiapan-kesiapan yang sudah dilaksanakan,” ucapnya.

Prihasto menyebutkan, tujuan dari HPS ini bagaimana kakao Indonesia bisa berjaya kembali di dunia, karena Indonesia sendiri mempunyai sentra-sentra kakao yang paling besar.

Untuk itu, kata dia, pihaknya juga akan memperbaiki teknologi budidaya dari kakao sendiri.

“Termasuk memberikan bimbingan teknis kepada masyarakat petani kakao agar bisa ditingkatkan. Dan kami sudah melihat ke lapangan bahwa kakao Sultra sangat bagus dan saat ini sudah mulai muncul buahnya,” paparnya. (p3/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top