Pendidikan

Tingkatkan Proses Pembelajaran Prodi Magister Ilmu Hukum Unsultra Lewat Kuliah Umum  

Pose pemberian cenderamata oleh Prof Andi Bahrun (kiri) kepada Pejabat peneliti utama Puslitbang KLHK, Dr Subarudi (kanan). (FOTO: SUMARDIN/BKK)

 KENDARI, BKK – Guna meningkatan kualitas penyelenggaraan Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Hukum, Konsentrasi Hukum Lingkungan, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) lewat kuliah umum bertajuk Meningkatkan Kualitas Riset dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), Selasa (10/9).

Kegiatan tersebut menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, diwakili Pejabat peneliti utama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan (KLHK), Dr Ir Subarudi M Wood SC.

Pejabat peneliti utama Puslitbang KLHK Dr Subarudi mengatakan, peran Perguruan Tinggi (PT) dalam pengawasan dan pengelolaan SDA sangat penting, dan menjadi tantangan Unsultra yang telah memiliki Prodi Magister Hukum, Konsentrasi Hukum Lingkungan.

Ia menjelaskan, dalam pemanfaatan SDA yang baik, mesti ada 3 komponen yang tidak bisa dipisahkan. Yakni, Ekologi (lingkungan); Sosial, dan ekonomi.

“Peran media, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta dewan terkait kebijakan pemimpin di suatu daerah dalam mengawal usaha pemanfaatan SDA sangat penting, agar peruntukannya lebih transparan dan bertanggungjawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, partisipasi masyarakat juga harus diterima, terkait persoalan yang mungkin bakal muncul, agar dinas terkait tidak langsung mengeluarkan izin pengelolaannya.

Sementara, Rektor Unsultra Prof Andi Bahrun menuturkan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses pembelajaran, khususnya Prodi Magister Ilmu Hukum. Tetapi, ucap dia, secara umum semua prodi lingkup Unsultra terus ditingkatkan kualitasnya.

“Kami menyadari kualitas SDM tidak ada yang sempurna, begitu pun institusi. Olehnya itu, kita membutuhkan para pakar dan praktisi dari pusat, untuk berbagi informasi dan berdiskusi terkait persoalan negara dan daerah khususnya Sumber Daya Lingkungan Hidup terkait tambang,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, persoalan sumber daya lingkungan hidup terkait tambang bakal menjadi topik penelitian baik untuk Strata I maupun Strata II, bahkan akan dibuatkan buku oleh dosen.

“Unsultra sangat komitmen dan tidak henti-hentinya menyelenggarakan kuliah umum dengan mengundang pakar, praktisi nasional, dalam rangka mewujudkan kepedulian Unsultra terhadap SDA untuk masa depan Sultra,” pungkasnya. (cr1/r2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top