Headline

Masyarakat Wawonii Desak Bupati Usir PT GKP dalam 2×24 Jam

Massa aksi Wawonii tolak tambang, berunjuk rasa di Kantor Bupati Konkep, Selasa (10/9).

LANGARA, BKK – Ratusan warga Pulau Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang mengatasnamakan diri Front Masyarakat Wawonii Menggugat, menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati, Selasa (10/9). Mereka mendesak pemerintah kabupaten (pemkab) segera mengusir PT Gema Kreasi Perdana (GKP) yang beroperasi di Desa Sukarela Jaya, dalam tempo 2×24 jam.

“Kami jenuh dengan tindakan Pemkab Konkep selama ini yang seakan tutup mata dengan konflik, akibat ulah pengusaha tambang yang ada di Wawonii ini. Maka dalam kesempatan ini, Kami mendesak Bupati Amrullah untuk segera melakukan tindakan mengusir GKP dalam waktu 2×24 jam. Jika itu tidak dilakukan, maka jangan salahkan kami jika ada tindakan-tindakan anarkis yang terjadi,” koar Hendra, salah seorang orator.

Selain mendesak bupati segera mengusir GKP, massa aksi juga mendesak bupati bertanggung jawab atas nasib 13 warga Wawonii yang dilaporkan oleh GKP di Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Bupati Konkep jangan tutup mata dengan tindakan perusahaan tambang yang telah melaporkan 13 warga Rokoroko di Polda Sultra. Sebagai pemimpin di daerah ini, harus bertanggung jawab atas masyarakat Wawonii yang dikriminalisasi oleh pihak tambang,” teriak Rinta Taslim, orator lainya.

Wakil Bupati (Wabup) Konkep Andi Muhammad Lutfi yang menjamu para pengunjuk rasa menyarankan demonstran agar membentuk tim mediasi gabungan antara tokoh masyarakat dan Pemkab Konkep, untuk menemui Gubernur Sultra Ali Mazi berkait polemik tambang ini.

“Gubernur Ali Mazi sudah alergi dengan demo-demo seperti ini. Kita lakukan demo besar-besaran bahkan anarkis, tetapi yang dihasilkan apa? Justru membuat rugi diri kita sendiri masyarakat Konawe Kepulauan,” ujar Lutfi.

“Dalam kesempatan ini saya bersama Kapolres Kendari, mencoba menawarkan solusi bahwa kita menunjuk  tokoh masyarakat, tokoh mahasiswa, tokoh wanita, semua unsur kurang lebih 20 orang, untuk bertemu gubernur dan mengundang beliau untuk hadir di Rokoroko melihat langsung kondisi masyarakat di sana,” katanya.

Demonstran yang sempat mengancam akan menduduki Kantor Bupati Konkep selama kurang lebih 2 hari akhirnya membubarkan diri setelah menemukan kesepakatan bersama Pemkab Konkep dimediasi oleh pihak kepolisian dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). (r4/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top