Headline

Cara Napi Lapas Kendari Peralat 2 Janda Jadi Kurir Sabu-Sabu: Dipacari dan Dijanji Menikah..

Tersangka HR (tengah) saat diamankan di Mapolda Sultra. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Bos dari janda yang ditangkap polisi pada 5 September saat menyelundupkan paket sabu-sabu dari Enrekang ke Kota Kendari, sama dengan bos dari janda yang ditangkap 14 Agustus lalu saat hendak mengirim paket sabu-sabu ke Kabupaten Muna.

Kedua janda yang sama berusia 42 tahun itu tidak tahu kalau mereka dikendalikan pria yang sama, berinisial YR, seorang bandar narkoba yang sedang meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari. Masing-masing mengaku dirinya pacar si napi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Subdirektorat (Kasubdit) III Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) La Ode Kadimu, saat konferensi pers di Mapolda Sultra, Selasa (10/9).

Kadimu menyebutkan, tersangka yang ditangkap 5 September, inisial HR (42), mengenal napi tersebut melalui temannya.

“Kemudian, keduanya pacaran, meskipun tidak pernah bertemu. Mereka berkomunikasi lewat handphone. Selama pacaran, napi itu sering mengirimkan uang kepada tersangka HR, bahkan tersangka dijanji akan dinikahi,” kutip Kadimu.

Lantaran sering mendapat perhatian, lanjut Kadimu, tersangka menuruti permintaan pertama napi tersebut, yaitu mengambil 1 paket sabu-sabu di Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Juli lalu.

Kemudian, pada Selasa 3 September, tersangka disuruh lagi mengambil 1 paket sabu-sabu di Enrekang, Sulsel.

“Jadi tersangka ini sudah 2 kali mengambil paket, semua dibiayai oleh napi itu. Pengambilan pertama berhasil dilakukan, nanti pengambilan kedua kita tangkap tersangka di Pelabuhan Bajoe bersama barang bukti 1,13 kilogram (kg) sabu-sabu pada Kamis 5 September lalu,” terang Kadimu.

“Tersangka tahu bahwa yang paket kiriman itu adalah sabu-sabu. Dan, sabu-sabu tersebut rencananya diedarkan di Kendari,” sambungnya.

Tersangka HR (42) yang sempat diwawancarai wartawan koran ini membenarkan dirinya berpacaran dengan napi tersebut. Wanita yang tercatat sebagai warga Kecamatan Baruga Kota Kendari ini mengaku sudah cerai dengan suaminya.

“Dibiayai semua (oleh napi). Saya cuman pergi ambil, tidak diberi upah,” katanya.

Selain tersangka HR (42), Kadimu menyebutkan, napi berinisial YR juga memacari ML (42).

Wanita yang kedua ini mantan napi kasus penipuan dan penggelapan. Ia dibekuk pada Rabu 14 Agustus lalu.

Tersangka ML (42) saat diwawancarai pada Kamis (5/9) lalu menyebutkan dirinya mengenal napi yang menjadi pemasok sabu-sabu tersebut pada saat dia menjalani masa tahanan kasus penipuan dan penggelapan.

“Kenalnya di Lapas Kendari. Tapi pernah lost contact, kemudian dihubungi untuk ikut-ikut,” katannya.

Tersangka juga membeberkan, dirinya memulai bisnis haram tersebut sejak April 2019.

“Baru 5 kali saya antar barang itu di luar Kendari. Ada juga yang datang ambil barang itu di rumah saya,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya kedua tersangka dikenakan dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pidana minimal 6 tahun penjara dan maksimal pidana seumur hidup atau pidana mati. (p2/iis)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top