Pendidikan

Polemik DO Hikma Sanggala Masuk Meja Ombudsman Sultra

KENDARI, BKK – Polemik drop outnya (DO) Hikma Sanggala mulai masuk di meja Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hikma Sanggala bersama Tim Kuasa Hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat mendatangi Kantor Perwakilan ORI Sultra, mengadukan atas keputusan Rektor Institusi Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari yang telah men-DO dirinya, Senin (9/9).

 

Perwakilan Tim Kuasa Hukum Hikma Sanggala LBH Pelita Umat Risman SH mengatakan, pengaduan terhadap di DO Hikma Sanggala dari IAIN ini dilakukan, untuk meminta kepada ORI Sultra untuk melakukan investigasi atas keputusan rektor tersebut.

Ia menjelaskan, keputusan IAIN tidak dapat diterima. Karena, alas dia, dasar atas dikeluarkannya Hikma Sanggala yang menyebutkan bahwa yang bersangkutan (Hikma Sanggala) berafiliasi dengan aliran sesat dan faham radikalisme, yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kebangsaan dan terbukti sebagai anggota atau pengurus organisasi terlarang pemerintah, itu semuanya adalah tuduhan dan fitnah yang sampai sekarang pihak kampus tidak memberikan buktinya.

“Harusnya pihak IAIN menyampaikan bukti klien kami disebut membawa aliran sesat. Kalau pun memang ada, maka mana fatwa MUI yang menyebutkannya sesat, termasuk definisi dari radikalismepun tidak jelas,” tandasnya.

Kepala Pelaksana harian (Plh) ORI Sultra Ahmad Rustam menjelaskan, setiap keputusan harus memiliki dasar hukum, termasuk keputusan DO ini. Makanya, kata dia, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terkait dengan regulasi yang dijadikan Rektor IAIN Kendari dalam mengeluarkan keputusan tersebut.

“Kalau secara umum, ketika ada laporan seperti ini dan kami menemukan ada tindakan maladministrasi, maka kami akan meminta untuk mencabut keputusan tersebut. Semua itu tergantung hasil pemeriksaan kami nantinya,” terangnya.

Soal ini, Rektor IAIN Kendari Faizah Binti Awad mengatakan, terkait pemberhantian Hikma Sanggala sebagai mahasiswa di IAIN Kendari per tanggal 9 September, itu keputusan final.

“Kami (IAIN) Kendari mempersilahkan Hikma Sanggala untuk melakukan upaya hukum, apabila tidak menerima keputusan kami,” tegasnya.

Hal tersebut, kata dia, diputuskan berdasarkan berbagai bukti dan pertimbangan serta saran dari Dewan Kehormatan Kode Etik dan Tata Tertib Mahasiswa. Hasilnya saudara Hikma Sanggala diberikan sanksi Pemberhentian dengan Tidak Hormat sebagai mahasiswa di IAIN Kendari. (cr1/r2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top