Headline

Kejutan! LM Rajiun Tumada Mendaftar Balon Bupati di PDIP Muna

Lm Rajiun Tumada mendaftar diantar pendukungnya ke Kantor DPC PDIP Muna

Kendari, BKK- Penjaringan bakal calon (balon) bupati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dibuka serentak di 7 daerah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), banyak diwarnai kejutan dan kehebohan.

Di Pilkada Muna misalnya, sudah 2 bupati yang mendaftarkan diri, yaitu Bupati Muna sendiri, LM Rusman Emba, dan Bupati Muna Barat (Mubar) LM Rajiun Tumada. Rusman Emba mengambil formulir pada Sabtu (7/9) lalu, sedangkan Rajiun Tumada yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Mubar mendaftar pada Senin (9/9).

Diketahui Kabupaten Mubar adalah daerah otonomi baru hasil pemekaran Kabupaten Muna. Rajiun Tumada terpilih menjadi bupati pertama, pemenang Pilkada Mubar 2017. Jabatannya baru berakhir pada 2022 mendatang. Jadi, ia praktis baru 3 tahun menakhodai Mubar.

Kejutan juga datang dari PDIP Buton Utara (Butur). Pendaftaran mulai dibuka sejak 4 September dan akan berakhir 11 September.

Memasuki hari keenam, sudah empat orang yang mendaftar. Salah satunya mantan Bupati Butur 2010-2015, Muh Ridwan Zakariah.

Ada juga nama Muhammad yang diketahui sebagai hakim atau mantan advokat.

Selanjutnya, Abu Hasan yang kini masih menjabat Bupati Butur yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PDIP Sultra.

Figur lainnya yang ikut nimbrung adalah Suhuzu, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Butur. Hanya saja ia mendaftar untuk posisi balon wakil bupati.

“Yang pertama mendaftar Ridwan Zakariah. Disusul Muhammad, kemudian Abu Hasan dan Suhuzu,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Butur, Lukman Gaim, kemarin.

Ia menjelaskan, pendaftaran itu berupa pengumpulan formulir atau kelengkapan berkas-berkas yang akan disetor ke DPD hingga ke DPP.

Dokumen itu, jelas Lukman, sebagai bukti bahwa balon sudah melakukan pendaftaran di DPC PDIP Butur. Terhadap mereka yang mendaftar akan disurvei untuk mengetahui elektabilitas atau tingkat keterpilihan.

“Hingga saat ini kami masih menunggu pendaftar lainnya,” imbuhnya. (tri-r5/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top