Pendidikan

FPIK UMK Uji Coba Teknologi UFL+ Alat Bantu Tangkap Ikan

KENDARI, BKK – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), melakukan uji coba terhadap teknologi Underwater Fish Lamp Plus (UFL+) yang merupakan teknologi terbaru lampu celup bawah air (lacuba).

Pasalnya, teknologi tersebut merupakan hasil temuan penelitian dosen FPIK UMK di perairan Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dekan FPIK UMK Fajriah mengatakan, kegiatan penelitian ini telah berlangsung kurang lebih selama sebulan.

“Uji coba teknologi UFL+ telah kami lakukan baik skala laboratorium, maupun skala lapangan di perairan Desa Mekar, Kabupaten Konawe, Sultra,” ujarnya, Senin (9/9).

Dikatakan, uji coba terakhir dilakukannya pada Minggu (8/9). Dia melanjutkan, UFL+ adalah alat bantu penangkapan ikan berupa lampu celup bawah air, yang berfungsi untuk menarik perhatian ikan agar berkumpul pada area bagan perahu dan untuk memonitor kedatangan ikan melalui kamera CCTv (Closed Circuit Television).

“UFL+ dirangkai sedemikian rupa agar dapat bekerja secara efektif dan efisien, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha perikanan tangkap,” paparnya.

Disebutkannya, UFL+ ini telah dibuat dalam 4 model, tujuannya untuk mendapatkan model yang paling efektif dalam penggunaannya, serta efisien dari segi harga. Serta, tambah dia, produktif dari segi hasil tangkapannya.

“Kami harapkan teknologi UFL+ yang kami hasilkan dapat membantu usaha perikanan rakyat, khususnya yang menggunakan cahaya (light fishing) di Sultra,” pungkasnya. (cr1/r2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top