Kasuistika

Tak Kapok Dipenjara, Napi Korupsi Tipu Pemilik Toko Bangunan

Ilustrasi

KENDARI, BKK –  Menjalani masa hukuman sebagai narapidana (napi) kasus korupsi rupayanya tidak membuat tahanan Lembaga Pemsayarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari inisial YN kapok. Ia malah kembali melakukan tindakan kejahatan dengan pemilik salah satu toko bangunan di Kota Kendari.

Penipuan yang dilakukan napi yang bebas keluar masuk tahanan ini, yakni dengan mengambil sejumlah bahan bangunan di toko milik korban dan berjanji akan membayarnya dengan cara transfer ke rekening bank milik korban.

YN kemudian membuat bukti tranfer palsu dan dintunjukkan ke korban.

“Saat pemilik toko mengecek di rekening, ternyata uang tersebut sama sekali tidak ada,” terang Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaidi, Jumat (6/9)

Menyadari dirinya ditipu, sebut Jemi, pemilik toko kemudian melapor ke Polres Kendari.

Saat napi tersebut ingin melakukan pemesanan lagi ke toko milik korban  dengan membawah bukti tranfer palsu, tim Buru Sergap (Buser) 77  Polres Kendari menangkapnya pada 31 Agustus lalu.

“Jadi pelaku ini sudah berkali-kali melakukan penipuan itu. Kerugian korban ditaksir sekira Rp162 juta,” kata Jemi.

Jemi menyebutkan, kini pihaknya sementara melakukan koordinasi dengan pihak Lapas Kendari, guna proses lebih lanjut.

“Napi itu dikembalikan ke lapas untuk menjalani sisa masa tahanannya. Sementara kasus penipuannya masih dalam penyidikan,” terang Jemi.

Terpisah, Kepala Seksi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra) Muslim  menyebutkan napi kasus korupsi tersebut, diberi kepercayaan mengurus pemesanan bahan bangunan untuk pembuatan batako di dalam lapas.

“Jadi lapas punya mesin pembuat batako. Napi itu bisa mengurus mesin itu, jadi dia biasa keluar mengurus keperluan itu,” terang Muslim.

Muslim menyebutkan, pihaknya menduga mobil lapas yang digunakan oleh napi tersebut digunakan untuk memesan besi yang kemudian dijual di tempat lain.

“Ternyata napi ini tidak membayar ke pemilik toko maka jadi utang piutang, yang sudah dilakukan mediasi agar segera diselesaikan oleh napi itu,” jelas Muslim.

“Kasus ini harus tetap diselesaikan. Nanti tunggu polisi yang melakukan penyelidikan,” pungkasnya. (p2/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top