Headline

Selama Operasi Patuh, yang Urus SIM Naik 3 Kali Lipat

Ilustrasi

KENDARI, BKK- Selama pekan pertama Operasi Patuh Anoa di Kota Kendari, loket pengurusan surat izin mengemudi (SIM) ibarat gula dikerubuti semut. Yang mengurus SIM melonjak 3 kali lipat dari hari biasa.

Kepala Unit (Kanit) Registrasi dan Identifikasi (Regident) Kepolisian Resor (Polres) Kendari Inspektur Polisi Dua (Ipda) Ajeng Nurahisha yang ditemui wartawan koran ini menyebutkan, operasi yang diselenggarakan selama 2 minggu tersebut berdampak pada jumlah tilang yang meningkat.

“Sehari itu jumlah tilang bisa mencapai 3 kali lipat dari hari biasanya,” kata Ajeng.

Ajeng menambahkan, dengan adanya sanksi tilang pada operasi tersebut berkaitan langsung dengan pembuatan SIM.

“Yang mana para pengendara maupun masyarakat berbondong-bondong membuat SIM. Hari bisa mencetak 80-an SIM per hari. Sekarang, menjadi 260 ke atas satu harinya. Ini sudah berlangsung 1 minggu dan peningkatannya sangat signifikan,” terang Ajeng.

Proses pembuatannya SIM A maupun SIM C, lanjut Ajeng dilakukan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan. Pemohon bakal menjalani tes teori dan tes praktik berkendara.

“Nanti disediakan buku panduan bagi pemohon. Itu membantu dalam menjalani tes. Dan jika tidak lulus dapat mengulang esok harinya. Tapi, sebagian besar rata-rata lulus,” katanya.

Selain melakukan tes, Ajeng juga menyebutkan, pemohon bakal dikenakan biaya administrasi sesuai dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“SIM A itu biayanya Rp120 ribu dan SIM C biayanya Rp80 ribu. Untuk memudahkan pemohon, sudah ditempel di dinding-dinding tempat pengurusan. Di situ juga tertulis petunjuk-petunjuk bagi pemohon,” bebernya.

Lebih lanjut, Ajeng menjelaskan, selama 1 bulan terakhir material pembuatan SIM kosong, sehingga pemohon yang baru mengurus diberikan SIM sementara.

“Ini karena ada wacana launching SIM baru dari Korlantas (Korps Lalu Lintas Polri) yang rencananya pada 22 September mendatang. Pendistribusiannya menunggu launching tersebut,” kata Ajeng.

“Nanti setelah ada material SIM baru, pemohon dapat mengganti SIM sementara yang kami berikan,” tambahnya.

Ajeng menyebutkan, batas waktu SIM sementara itu sendiri berlaku setelah SIM baru dari pemohon dicetak.

“Kami usahakan 1 minggu mencetak jika sudah ada materialnya. Karena, tidak mungkin dicetak 1 kali, dengan jumlah SIM sementara yang sudah ribuan diberikan pada pemohon,” jelasnya.

“Rencananya, sehari bakal dicetak 300 SIM dan pemohon dapat langsung ke Polres untuk mengambil SIM yang akan dicetak. Untuk yang dapat dijangkau akan dibawakan langsung SIM yang sudah dicetak nanti,” paparnya. (p2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top