Bisnis & Ekonomi

Kouta FLPP Dikurangi, REI Desak Pemerintah Segera Normalkan Kondisi Pasar Properti

Ketua DPD REI Iwan Setiawan (tengah).  (FOTO: WATY/BKK)

KENDARI, BKK – Kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dikurangi Pemerintah, Real Estate Indonesia (REI) desak pemerintah segera normalkan kondisi pasar properti.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) REI Sulawesi Tenggara (Sultra) Iwan Setiawan mengatakan, jika memang pemerintah mengeluarkan kouta FLPP yang tidak memenuhi pasar seperti tahun sebelumnya, lebih baik FLPP dihilangkan, supaya pasar itu normal kembali.

“Karena sekarang orang mau beli rumah masih nunggu FLPP rumah subsidi, sementara kouta FLPP telah dikurangi oleh pemerintahnya,” ungkapnya, Sabtu (7/9).

Ia menjelaskan, sudah trendnya yang namanya subsidi pasti hilang. Subsidi lebih kepada stimulan, begitu di anggap Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), jika sudah mampu, akan dihilangkan secara perlahan-lahan.

“Bagi masyarakat yang sudah mengambil Kredit Perumahan Rakyat (KPR) itu tidak ada masalah. Sedangkan program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT), akan berlaku bagi masyarakat yang akan baru mengambil rumah KPR,” ujarnya.

Iwan menuturkan, syarat BP2BT akan menjadi beban tersendiri bagi MBR karena beberapa hal. Diantaranya, harus 6 bulan menabung lebih dulu, dan suku bunganya tidak flat seperti FLPP, bahkan lebih tinggi dibanding suku bunga KPR FLPP.

“Suku bunga di BP2BT tahun pertama itu sebesar 10%, tahun kedua 11%, tahun ketiga 12%, selanjutnya mengikuti suku bunga perbankan,” jelasnya.

Oleh karenanya, dia yakin walaupun BP2BT sudah berjalalan, tidak akan berdampak dengan penjualan. Karena, alas dia, rumah saat ini menjadi kebutuhan primer nomor dua setelah makanan.

“BP2BT harus ada birokrasi atau dikenal dengan Sertifikat Like Fungsi (SLF) yang diterbitkan oleh Dinas Perumahan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Kami usahakan pekan depan kami akan bertemu dengan PTSP,” tuntas Iwan. (p4/r2)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top