Kasuistika

Ratusan Pengendara di Kendari Terjaring Razia Selama Operasi Patuh

KENDARI, BKK- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Kapolres) Kendari telah menilang ratusan pengendara baik sepeda motor maupun roda empat, yang melakukan pelanggaran selama Operasi Patuh Anoa berlangsung.

Setidaknya ada 500 pengendara yang diberi sanksi tilang sejak operasi berlangsung mulai 29 Agustus lalu.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Adri Setyawan pada wartawan koran ini, Selasa (3/9), menyebutkan dari 500 pengendara yang kena tilang sebagian besar didominasi kendaraan roda 2.

“Pelanggaran yang dilakukan beragam, namun bobotnya pelanggarannya masing-masing pengendara hampir sama,” terang Adri.

Selama operasi patuh, Adri menyebutkan, pihaknya fokus pada pelanggaran seperti melawan arus, tidak menggunakan helm SNI dan tidak memakai helm saat berkendara di jalan raya.

“Untuk pelanggaran lain juga, kami tertibkan seperti pajak mati serta pelanggaran lain yang membahayakan pengendara di jalan raya serta pengendara lainnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, operasi penertiban lalu lintas yang diberi nama Operasi Patuh Anoa 2019 digelar mulai, Kamis (29/8), dan akan berlangsung selama 14 hari.

Sasaran operasi tersebut yakni pengendara di jalan, baik roda 2 dan roda 4. Penindakan akan dilakukan pada 8 jenis pelanggaran yang terdiri pengemudi di bawah umur, melawan arus, pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI), pengendara mabuk, menggunakan handphone saat berkendara, pengendara yang kelebihan kapasitas, kelebihan kecepatan, serta pengendara roda 4 yang tidak gunakan safety belt.

Target setelah Operasi Patuh Anoa yakni terwujudnya keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas yang lebih baik, serta meningkatkan ketertiban dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. (p2/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top