Kasuistika

Polisi Hentikan Penyelidikan

Ilustrasi

KENDARI, BKK– Penyelidikan kasus dugaan penyekapan yang menyeret Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Husain Machmud, dihentikan pihak kepolisian.

Hal tersebut ditandai dengan keluarnya Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan oleh pihak Kepolisian Resor (Polres) Kendari pada 21 Agustus lalu.

Kepala Unit (Kanit) I pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Kendari Inspektur Polisi Dua (Ipda) Sakti Tangke Tondok pada wartawan koran ini, Sabtu (31/8), menyebutkan pihaknya menilai laporan kasus tersebut belum cukup bukti serta tidak memenuhi unsur pidana yang disangkakan pada terlapor.

“Jadi penyelidikan perkara itu dihentikan karena dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan terlapor serta rekonstruksi kejadian perkara, belum cukup bukti dan unsur pidana,” terang Sakti saat ditemui di Polres Kendari.

Sakti menyebutkan, pihaknya masih menunggu upaya praperadilan, jika pelapor tidak terima atas surat pemberitahuan tersebut.

“Tidak bisa kami menyuruh dan melarang pengajuan itu. Yang jelas kami menunggu jika memang ada praperadilan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita berinisal Y (35) mengaku telah disekap Wakil Ketua DPRD Kota Kendari, Husain Machmud pada Jumat (12/4) lalu.

Tak terima hal itu, Y melaporkan Husain Mahmud ke Polres Kendari. Politisi Gerindra ini dituduh melakukan tindak pidana kejahatan terhadap kemerdakaan seseorang, sebagaimana diatur dalam Pasal 333 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (p2/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top