Headline

Usut Korupsi Dana Desa di Konawe, Polda Gandeng KPK dan Bareskrim

Kapolda Iriyanto (memgang mic) menggelar coffee moring di Mapolda Sultra, Rabu (14/8) pagi. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus korupsi dana desa fiktif yang diduga terjadi di Kabupaten Konawe.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigadir Jenderal Polisi (Brigjenpol) Iriyanto SIK mengungkapkan itu saat saat coffee morning bersama wartawan di Mapolda Sultra, Rabu (14/8).

“Kasus dana desa di Konawe itu akan diselesaikan secara bertahap. Bahkan, kita sudah minta backup supervisi dari KPK dan Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) untuk melakukan pengusutan,” terang Iriyanto.

Saat ini, Iriyanto menyebutkan, pihaknya masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkait kerugian negara yang diakibatkan dugaan kasus korupsi tersebut.

“Setelah diketahui kerugian negara, perlu alat bukti yang betul-betul tidak terbantahkan. Karena, kasus dugaan korupsi ini melibatkan orang-orang besar, namun belum bisa diekspos, agar tidak terkaburkan,” kata Iriyanto.

Kapolda melanjutkan, pihaknya menduga kasus korupsi tersebut melibatkan lebih dari 1 tersangka.

“Perlu ada keterangan saksi terutama saksi ahli, bukti hasil audit kerugian negara untuk menguatkan. Nanti jika sudah terungkap jelas tersangkanya akan dilakukan rilis,” tegasnya.

Lebih jauh, Kapolda Iriyanto mengatakan, dalam mengungkap kasus korupsi tersebut butuh dukungan moral, terutama seluruh masyarakat.

“Saya pastikan kasus ini tidak akan berhenti. Namun, perlu ada dukungan moral dari masyarakat Sultra untuk membuktikan siapa-siapa tersangka yang terlibat,” katanya. (p2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top