Headline

Gugurkan Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pacarnya Ikut Tewas

KENDARI, BKK- Polisi menangkap pria berinisial NM, warga Kelurahan Anawai Kecamatan Kadia Kota Kendari, berkait kasus meninggalnya seorang wanita pada Sabtu (10/8) saat melakukan aborsi. NM ditangkap sehari setelahnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Kendari Ajun Komisaris Polisi (AKP) Diki Kurniawan pada wartawan koran ini membenarkan, Rabu (14/8).

Awalnya, kata dia, tersangka dan korban yang dalam kondisi hamil bersama-sama di salah satu indekos di Jalan Saosao, Sabtu (10/8) lalu.

Di sana, sambung Diki, sekira pukul 15.30 Wita tersangka memberikan korban 2 butir obat merk Cytotec.

“Setelah meminum obat itu, sekitar pukul 18.30 Wita diberikan lagi untuk kedua kalinya 2 butir kepada korban berinisial M,” lanjutnya.

Setelah meminum obat yang kedua kalinya tersebut, kata Diki, sekitar pukul 21.00 Wita korban merasakan sakit melilit pada perut dan menggigil.

Melihat hal tersebut, tersangka pergi mencari dukun untuk meminta dibuatkan air.

“Air itu dieluskan pada perut korban. Kemudian setelah itu korban berkata bahwa di kemaluannya sudah keluar bercak darah,” beber Diki.

Tak lama berselang, sambung dia, janin laki-laki keluar dalam keadaan sudah tidak bernyawa, kira-kira pukul 24.30 Wita.

“Tersangka membersihkan bekas darah yang ada di dalam kamar dan membersihkan janin yang sudah meninggal dunia,” tutur Kasatreskrim.

Selanjutnya, janin dibungkus dengan baju putih milik tersangka lalu pamit pada korban untuk pulang ke rumahnya.

“Pamitnya pada korban untuk melaksanakan Salat Iduladha. Namun, karena perasaan tersangka tidak tenang, akhirnya pada Minggu (11/8) sekitar pukul 06.30 Wita tersangka kembali datang ke kamar kos itu,” kata Diki.

Setibanya di sana, ungkap Diki, tersangka tersangka memberikan susu kepada korban dan menanyakan keadaan korban apakah dia sakit atau bagaimana.

“Korban tidak menjawab. Tersangka mulai melihat korban tidurnya sudah gelisah, badannya dibolak-balik posisi tidurnya dan korban merintih kesakitan,” Diki mengisahkan.

Melihat kondisi tersebut, tersangka panik dan meminta bantuan pada ibu kos.

“Keluarga ibu kos kemudian membantu membawa korban ke rumah sakit terdekat. Setelah diperiksa, ternyata korban dinyatakan baru saja meninggal,” tutur Diki, sembari menambahkan, tersangka kemudian menelpon salah satu anggota keluarga korban dan memberitahukan bahwa korban telah meninggal dunia di rumah sakit.

“Keluarga yang datang mendengar penjelasan tersangka, mereka tidak terima perbuatannya tersangka pada korban, hingga keluarga korban melaporkan tersangka di Polres Kendari. Kemudian aparat mengamankan tersangka untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti barang bukti 1 kemasan Cytotec yang telah dibuka, 2 botol minuman kacang kedelai, 2 doz pengalas saat melakukan praktik aborsi, 2 buah nanas muda, dan 1 lembar bedcover.

Tersangka dikenakan pasal 348 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (p2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top