Kasuistika

Polda Sultra Musnahkan 768 Gram Sabu Jaringan Batam

Konferensi pers pemusnahan barang bukti di Mapolda Sultra. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara kembali melakukan pemusnahan barang bukti 768 gram sabu, yang sebelumnya diamankan dari 2 tersangka berinisial SD (42) dan YT alias YD (46).

Dengan menggunakan mesin incinerator milik Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kendari, sabu yang merupakan jaringan dari Batam Kepulauan Riau tersebut di musnahkan pada Selasa (13/8) kemarin.

Direktur Rerserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Satrya Adhy Permana menyebutkan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan yang dilakukan pada 8 Juli lalu.

Saat pengungkapan tersebut, sambung Satrya, pihaknya mengamankan 768 gram sabu dari tangan kedua tersangka yang dikendalikan bandar di Batam.

“Alhamdulillah berkat kerjasama dengan stakeholder, sabu seberat 768 gram dapat digagalkan, sehingga generasi muda di Sultra dapat terselamatkan dari penyalahgunaan sabu ini,” terang Satrya, saat konferensi pers pemusnahan barang bukti sabu di Mapolda Sultra, Selasa (13/8).

Satrya menyebutkan, proses penegakan hukum kedua tersangka terus berjalan dan  berkas perkaranya sudah dikirim ke pihak kejaksaan.

“Terkait barang bukti sudah diajukan untuk dimusnahkan dan surat penetapan pemusnahan sudah dikeluarkan, sehingga hari ini (Selasa kemarin) dilakukan pemusnhan,” kata Satrya.

Di tempat yang sama, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, Rahmat, yang turut hadir dalam pemunahan tersebut menyebutkan, sesuai surat penetapan pemusnahan, barang bukti 768 gram sabu tidak dimusnahkan seluruhnya.

Sebagian, sambung Rahmat, disisihkan sebagai barang bukti yang akan digunakan saat persidangan ke-2 tersangka di pengadilan

“Jadi sesuai amanat dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika, barang bukti sabu dapat dimusnahkan lebih awal sebelum putusan dari pengadilan,” terang Rahmat.

Rahmat menyebutkan, pemusnahan barang bukti lebih awal tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan barang bukti tersebut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Nanti sisanya juga akan dimusnahkan setelah eksekusi tersangka dari kejaksaan telah dilakukan,” pungkasnya. (p2/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top