Lingkar Sultra

Lestarikan Budaya Kulisusu, 40 Anak Ikut Perere

BURANGA, BKK – Salah satu budaya  Kulisusu yang kini masih dilestarikan masyarakat Kabupaten Buton Utara (Butur) adalah Perere atau sunatan massal. Tradisi ini pun diadakan dalam Festival Bharata Kulisusu.

Kegiatan ini diikuti  40 anak-anak usia 9 sampai 11 tahun yang berasal dari 5 kecamatan se-Butur.

Dalam giat Perere ini ada salah satu prosesi Mebulili (berputar) sebanyak 10 kali dari arah kanan dan 10 putaran dari arah kiri.

Bupati Butur Abu Hasan saat menghadiri kegiatan tersebut mengatakan, Perere merupakan pelaksanaan adat dan sekaligus syariat terkait dengan pengislaman anak-anak, pengislaman dalam arti secara adat.

“Mereka(anak-anak) itu ada sebuah siklus dalam kehidupan yang harus dilewati untuk pada masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Itulah namanya Perere yang diawali dengan prosesi haroa,” kata Abu Hasan pada Senin (12/08) malam.

Biasanya, kata dia, Perere dilaksanakan secara sendiri-sendiri atau paling banyak dikuti 4 hingga 6 anak. Akan tetapi, melalui giat Bharata Kulisusu dilakukan secara massal dengan peserta mencapai 40 anak.

“Ini tahun kedua kita lakukan dan apresiasi masyarakat cukup tinggi, karena kalau mereka mau lakukan sendiri-sendiri juga membutuhkan waktu, butuh tenaga, biaya dan lainnya, dengan dilakukan secara kolektif, mereka masyarakat merasa terbantu. Anak-anaknya mereka sudah melewati proses itu tanpa mengeluarkan energi dan lainnya,” tuturnya.

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra ini mengaku akan terus berupaya  untuk menjaga dan melestarikan budaya-budaya warisan leluhur. Ia akan terus mengangkat budaya Butur.

“Saya ingin ini (parere, red) lestari. Sebagai bupati hari ini saya sangat konsen dengan budaya, semua budaya-budaya kita yang dulu menjadi karakteristik masyarakat ini harus kita angkat dan kita hidupkan kembali, salah satu modelnya Festival Bharata Kulisusu agar masyarakat Buton Utara merasa memiliki dan merasa bertanggung jawab untuk melestarikannya,” ujarnya. (r5/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top