Headline

Menyamar Polisi, Tangkap Perempuan Lalu Minta “Begituan”

Tersangka Abdul Kadir alias Pinggo (kaos merah) diamankan di Polres Kendari. (SUHARDIMAN/BKK)

KENDARI, BKK- Seorang perempuan, berinisial LSD (26), ditangkap polisi atas tuduhan terlibat narkoba. Ia ditangkap di rumahnya, di Lorong Lapas Kelurahan Baruga Kecamatan Baruga Kota Kendari. Di tengah jalan, si polisi minta uang damai. Uang dikasih, si polisi juga minta “begituan”.

Kepala Kepolisian Resor (Polres) Kendari Ajun Komisari Besar Polisi (AKBP) Jemi Junaidi dikonfirmasi soal kasus ini membenarkan adanya peristiwa itu.

Menurut Jemi, pelaku sudah ditangkap. Pelaku yang belakangan diketahui bernama Abdul Kadir alias Pinggo (32), dijemput di kediamannya, di Kelurahan Anawai Kecamatan Wuawua.

Kronologis kejadian, sesuai keterangan Kapolres, berawal saat tersangka yang menggunakan mobil Toyota Avanza mendatangi kos korban di Lorong Lapas Kelurahan Baruga pada Kamis (8/8) sekira 19.00 Wita.

Sesampainya di sana, sambung Jemi, tersangka kepada korban mengaku anggota polisi dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kendari.

“Setelah mengaku polisi, tersangka ini memberitahu korban bahwa si korban terlibat jaringan narkoba. Kemudian tersangka meminta korban untuk ikut naik mobil,” papar Jemi, saat konferensi pers di Polres Kendari, Sabtu (10/8).

Di perjalanan, lanjut Kapolres, tersangka menghentikan mobil, kemudian mengambil 1 unit handphone milik korban dan meminta sejumlah uang.

Selanjutnya, tersangka membawa korban ke Jalan 40 Kecamatan Baruga.

“Di sana, tersangka meminta korban untuk berhubungan layaknya suami istri di dalam mobil, namun korban menolak, sehingga tersangka menganiaya korban,” kata Jemi.

Akibat peristiwa itu, korban mendapat sejumlah jejak kekerasan di bagian wajah. Beruntung, korban berhasil keluar dari mobil dan melarikan diri menuju markas Polres Kendari untuk melapor.

“Tak lama setelah korban melapor, aparat melakukan pencarian dan menangkap korban di tempat tinggalnya di Kelurahan Anawai,” kata Jemi.

Saat itulah ketahuan, tersangka rupanya polisi gadungan. Ia belum lama keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Kendari berkait kasus penganiayaan dan pencurian.

“Tersangka ini merupakan residivis. Dia 2 kali divonis bersalah karena kasus penganiayaan dan 1 kali kasus pencurian,” terang Jemi.

Kini ia kembali berhadapan dengan hukum atas tuduhan percobaan pemerkosaan serta penganiayaan.

Tersangka dikenakan pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau pasal 365 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (p2/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top