Kasuistika

Diduga Akan Diselundupkan ke Luar Negeri, 11.876 Benih Lobster Disita Polisi

Benih lobster yang dilepas di Pulau Hari Kecamatan Laonti Konsel pada Rabu (7/8) lalu (IST)

KENDARI, BKK- Polisi amankan 11.876 benih lobster dari tangan 2 tersangka MS (33) dan Ad (24) yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri.

Benih lobster tersebut diamankan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sultra di 2 tempat yakni di BTN Mekar Sari di Kecamatan Baruga Kendari, dan Kecamatan Moramo Konawe Selatan (Konsel) pada Selasa (6/8) lalu.

Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbidpenmas) Polda Sultra Komisari Polisi (Kompol) Agus Mulyadi pada wartawan koran ini, Kamis (8/8), menyebutkan pengukapan kasus tersebut berawal dari hasil lidik terkait adanya informasi perkembangbiakan benih lobster yang diduga akan diselundupkan ke luar negeri yakni Singapura.

Dari informasi tersebut, sambung Agus, aparat melakukan penindakan kepolisian di rumah milik MS, tempat yang diduga menjadi perkembangbiakan benih lobster di daerah perumahan di Lepolepo Kecamatan Baruga.

“Di rumah itu, ditemukan sekira 5.208 benih lobster. Dari temuan itu, diperoleh informasi lagi, benih lobster tersebut berasal dari Kecamatan Moramo Konawe Selatan (Konsel),” terang Agus saat ditemui di ruang kerjanya.

Pihak kepolisian kemudian langsung bergerak melakukan pengembangan di lokasi yang diduga tempat MS memperoleh benih tersebut.

“Hasilnya, di sana (Moramo, red) ditemukan 3 termos berisi masing-masing sekitar 2 ribuan benih benur yang total keseluruhannya ada 6.668 benih lobster,” kata Agus.

“Jadi dari hasil operasi itu, ditemukan sekitar 11.876 benih lobster,” sambungnya.

Atas perbuatannya, sebut Agus, MS dan Ad yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dinyatakan melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 2014 tentang perikanan.

Lebih lanjut Agus menyebutkan, sekira 11.676 benih lobster hasil sitaan tersebut kemudian dilepaskan. Sedangkan sisanya disisipkan untuk proses penyidikan.

“Didampingi beberapa instansi, seperti Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, dan Kejaksaan, pelepasan itu dilakukan di Pulau Hari Kecamatan Laonti Konsel pada Rabu (7/8) lalu,” kata Agus.

Guna proses penyidikan lebih lanjut, tambah Agus, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas kelautan dan perikanan serta dinas terkait lainnya.

“Jadi kasus ini masih dalam proses tahap sidik,” pungkasnya. (p2/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top