Headline

Masyarakat Wajib Laporkan Hewan Kurbannya

Rahmad Hardono.

KENDARI, BKK- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) akan menurunkan 1 dokter hewan di tiap kecamatan guna memeriksa hewan yang akan disembelih untuk kurban di Kota Kendari. Dokter dibantu 3 atau 4 tenaga medis akan memantau 5 hingga 10 titik pemotongan hewan yang ditentukan pemerintah.

Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra Rahmad Hardono mengatakan, Kamis (1/8), tahun pihaknya akan menggelar pemeriksaan hewan kurban 2 hari sebelum dan 2 hari sesudah hari raya Iduladha 1440 H akan jatuh pada 11 Agustus 2019 mendatang.

Berkait itu, pihaknya akan menggelar rapat bimbingan teknis tentang pemotongan hewan kurban pada Selasa (6/8), di aula Distanak Sultra.

“Rapat tersebut akan melibatkan Kementerian Agama (Kemenag) Sultra untuk mencari kehalalan, sebelum turun lapangan,” jelasnya.

“Jadi akan diperiksa. Dan, masyarakat wajib melapor, untuk diberikan hasil pemeriksaan sesuai kurban yang dipotong,” imbaunya.

Rahmad memprediksi, tahun ini ada peningkatan pemotongan hewan kurban, yakni 200 sampai 400 ekar. Tahun 2018 lalu, total hewan kurban yang dipotong tercatat 5.400 ekor.

“Ini hanya dalam Kota Kendari, karena pemotongan paling banyak. Sementara, untuk kabupaten/kota lainnya hanya diberikan surat imbauan cara mengantisipasinya,” jelasnya.

Untuk tiap kecamatan, sambung dia, Distanak Sultra menyiapkan 1 dokter hewan yang dibantu 3 sampai 4 petugas paramedis.

“Satu kecamatan terdiri atas 5 sampai 10 titik pemotongan kurban, antara lain masjid, bank, polres, dan beberapa lokasi lainya,” paparnya.

“Tujuanya adalah agar kurban sebelum dipotong akan diperiksa terlebih dahulu, jangan sampai ada penyakit. Jadi, kita sudah ada ilmunya (untuk) itu,” tutupnya Rahmad. (p3/iis)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.

ARSIP

To Top